5 Jam Terlantar di RSUD, Wartawan Senior PDP Corona Meninggal Dunia

Sejumlah karangan bunga berderetan di rumah Almarhum Willy Dreeskandar (Foto/Ist)

Newszonamerah.com – Wartawan senior Willy Dreeskandar, meninggal dunia pada Kamis 26 Maret 2020

Diketahui Willy salah satu pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Tangerang

Bacaan Lainnya

Sebelum meninggal, Willy mengunggah kondisinya saat berada di RSUD Kabupaten Tangerang, melalui media sosial Twitter.

Ia mengaku sudah lima jam telantar di rumah sakit tersebut, namun ia tidak mendapatkan penanganan

Willy pun tidak bisa menunggu lebih lama lagi, kemudian ia pindah ke salah satu rumah sakit swasta. Tapi, Willy diminta kembali ke RSUD.

“Pak Jokowi dan Dr Terawan. Semoga Bapak sehat. Pak, mohon bantuannya RS rujukan. Saya ke RSUD Kabupaten Tangerang, 5 jam tanpa tindakan”

“Saya tidak kuat. Sekarang saya di Eka Jaya Hospital, BSD. Harus balik lagi ke RSUD. Mohon maaf merepotkan. Terima kasih,” tulisnya, dikutip Sabtu 29 Maret 2020.

Kondisi yang tak memungkinkan itu, membuat semuanya sibuk. Pasien yang menderita di rumah sakit juga banyak.

Willy pun tak tertangani, sehingga dia mengeluh, akhirnya Willy meninggal dunia karena corona.

Dewi, istri almarhum, kepada wartawan menceritakan kronologi meninggalnya suaminya itu.

Dia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mendatangi setidaknya 3 rumah sakit untuk menyelamatkan nyawa sang Suami.

Dua rumah sakit besar yang ditunjuk pemerintah sebagai rumah sakit rujukan juga sudah didatangi Dewi dan keluarga.

“Ketika saya membawa Willy ke RS Sari Asih, kita tidak bisa dirawat di situ. Karena SOP mengharuskan ke rumah sakit rujukan.” katanya

Dewi kemudian datang ke RSPAD Gatot Soebroto ditolak, ke RSPI Sulianti Saroso ditolak. Disarankan ke RSUD Kabupaten Tangerang

“Karena kami ber-KTP Tangerang,” tutur Dewi.

Saat Willy dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang, Dewi mengatakan bahwa penanganan yang diterima tergolong minim.

Dewi pun membawa Willy ke Eka Hospital, BSD. Namun, lagi-lagi, Willy tak dapat penanganan yang optimal.

“Memang ditangani, tapi hanya di IGD, bahkan esok hari kami diharuskan kembali ke RSUD Kabupaten Tangerang,” lanjut Dewi.

“Setelah kembali ke RSUD Kabupaten Tangerang, kondisi Mas Willy jadi memburuk. Yang membuat Mas Willy memburuk, ya prosedur yang bertele-tele itu,” ucap Dewi.

Penanganan dan prosedur yang bertele-tele inilah, akhirnya dalam sakitnya Willy menulis cuitan yang ditujukan keepada presiden dan menteri kesehatan di atas.

Sepekan kemudian, Willy Dreeskandar, lahir di Banjarnegara 11 Desember 1966, meninggal dunia.

(RS)

Pos terkait