Adik Kim Jong-un Ancam Biden Tak Akan Bisa Tidur Nyenyak

  • Whatsapp

Newszonamerah.com -Saudara perempuan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un, Kim Yo-jong, mengancam Amerika Serikat dan Korea Selatan tidak akan hidup tenang jika terus mempertahankan kebijakan pertahanan yang mengancam mereka.

Pernyataan itu diutarakan Kim Yo-jong setelah AS dan Korsel memulai latihan militer bersama pada pekan lalu.

Pada Senin (15/3), surat kabar resmi Korut, Rodong Sinmun, memuat pernyataan Kim Yo-jong berisikan “nasihat” kepada pemerintahan baru AS di tangan Presiden Joe Biden.

Adik Kim Jong-un tersebut menganggap pemerintahan Biden “sedang berjuang menyebarkan bau mesiu di tanah Korut dari seberang lautan.”

“Jika ingin tidur nyenyak selama empat tahun ke depan, sebaiknya tidak menciptakan hal-hal yang dari semula akan membuat Anda kurang tidur,” kata Kim Yo-jong melalui pernyataannya di koran itu.

AS-Korsel memang kerap melakukan latihan militer gabungan. Kedua negara memiliki pakta aliansi pertahanan, di mana AS menempatkan setidaknya 28.500 personel di Korsel demi melindungi Seoul dari ancaman Korut.

Selama ini, Korut kerap memandang latihan militer AS-Korsel sebagai bentuk provokasi yang dilakukan untuk menyerang negaranya.

Kim Yo-jong menganggap “pemerintah Korsel sekali lagi lebih memilih ‘March of War’, ‘March of Crisis’ daripada ‘Warm March’ bagi kepentingan semua orang.”

“Tidak akan mudah mengembalikan hari-hari musim semi yang hangat tiga tahun lalu jika pemerintah Korea Selatan mengikuti instruksi apa pun dari tuannya,” ujar Kim Yo-jong seperti dikutip AFP.

Kim Yo-jong bahkan mengancam akan membatalkan perjanjian militer Korsel-Korut jika Seoul bertindak “lebih provokatif” lagi.

Ancaman dari Korut ini datang ketika Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken dan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin akan memulai tur mereka ke Asia.

Kedua menteri itu dijadwalkan akan mengawali lawatannya dengan mengunjungi sekutu dekat AS yakni Jepang dan Korea Selatan.

Kunjungan Austin dan Blinken ke Jepang dan Korsel dilakukan salah satunya untuk berkonsultasi terkait kebijakan pemerintahan baru AS terhadap Korut.

Sementara itu, pernyataan Kim Yo-jong tersebut merupakan yang pertama dikeluarkan Korut kepada AS sejak Biden resmi menjabat di Gedung Putih pada 20 Januari lalu.

Washington telah berupaya melakukan komunikasi dengan Pyongyang “melalui beberapa saluran mulai pertengahan Februari.

Namun, menurut juru bicara Kemlu AS, Jalina Porter, sampai saat ini Washington belum menerima tanggapan apa pun dari Pyongyang.

(rds/dea)

Pos terkait