AKBP Indratmoko Angkat Kaki dari Makassar, Aktivis GAM Rayakan Syukuran

Gerakan Aktivis Makassar

Newszonamerah.com – Mutasi sejumlah pejabat Polri di jajaran Polda Sulawesi Selatan, membuat sejumlah aktivis di Kota Makassar merasa bahagia

Diketahui, salah satu pejabat Polri di Jajaran Polda Sulsel yang dimutasi yakni AKBP. Indratmoko dari jabatan lama Kasat Reskrim Polrestabe Makassar, menjabat sebagai Kapolres Luwu Timur

Bacaan Lainnya

Muh. Yunus salah satu Kader Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) mengatakan, sangat gembira lantaran AKBP. Indratmoko angkat kaki dari Kota Makassar

“Kami menganggap bahwa sejak menjabat Kasat Reskrim Polrestabes Makassar beliau sangat tidak humanis jika berhadapan dengan aktivis mahasiswa yang berunjuk rasa.” kata Yunus melalui keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Selasa (4/2/2020)

Yunus mengatakan, selama menjabat Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, dia sangat arogan dan terkesan tebang pilih dalam penegakan supremasi hukum.

Misalnya, saat penangkapan enam orang aktivis mahasiswa pasca aksi unjuk rasa penolakan iuran BPJS di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, belum lama ini.

“AKBP Indratmoko selaku Kasat Reskrim itu malah memberi penangguhan penahanan kepada 5 orang Aktivis mahasiswa sedangkan yang satu orang yakni Muh. Ilyas (Panglima besar GAM) tetap ditahan selama dua bulan di Rutan Polrestabes Makassar, Ini adalah bentuk ketidakadilan yang di pertontonkan oleh dia” ungkap Yunus

Kata Yunus, belum lagi kasus Korupsi pengadaan Kapal Latih Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, dengan anggaran Rp34 Miliar dari Dana Alokasi khusus (DAK) Tahun 2018

Dia mengatakan, bahwa kasus tersebut diduga merugikan negara sekitar Rp 4,4 Miliar berdasar hasil audit BPKP yang ditangani oleh AKBP. Indratmoko

Diketahui kasus tersebut hinggat saat ini masih belum tuntas sampai sekarang dan tentunya akan menjadi PR Buat Kasat Reskrim Polrestabes Makassar yang baru.

“Tentu kami akan merayakan syukuran dan mengucapkan rasa terima kasih kepada Allah. SWT atas angkat kakinya AKBP. Indratmoko dari kota Makassar.” kata Yunus mengakhiri

(YJ/RS)

Pos terkait