Aktivis Desak Kepolisian Tangkap Tersangka Penganiaya Almarhum Sugianto

Aksi demo sejumlah para Aktivis meminta tersangka penganiaya almarhum Sugianto ditangkap

Newszonamerah.com – Penanganan kasus kematian Sugianto (23) warga Rappocini, Kota Makassar, terkesan lamban ditangani oleh Dirkrimum Polda Sulsel, hingga membuat para aktivis mahasiswa angkat bicara

Almarhum Sugianto yang diduga pelaku kriminal itu dianiaya oleh empat oknum polisi dan satu warga sipil dalam Pos lalu lintas Polres Bantaeng di Jalan Raya Lanto, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan

Bacaan Lainnya

Ia diduga ditembak tiga kali pada bagian betis kanan dan kiri serta lutut sebelah kanan itu, akhirnya tewas akibat penganiayaan di tangan oknum Polres Bantaeng pada 8 November 2019, lalu. Namun sampai memasuki bulan Februari 2020 ini, kasus ini mengambang di tangan penyidik Dirkrimum Polda Sulsel.

Salah satu aktivis mahasiswa asal Kabupaten Bantaeng, Muslimin, mengatakan bahwa pihak Polda Sulsel telah menerbitkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP)

“Termasuk juga telah mengirim surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tertanggal 14 Januari 2020 kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan” ujar Muslimin melalui keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Minggu (2/2/2020)

Sebelumnya, kata Muslimin, “bahwa pihak Penyidik Dirkrimum Polda Sulsel telah melakukan penyidikan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan kematian dan menemukan bukti permulaan yang cukup” katanya

Sementara itu, Andrias Kader Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) yang dari awal mengawal kasus ini juga angkat bicara

Dia mengatakan, kasus penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan kematian terhadap Sugianto ini diduga ada empat orang oknum anggota Buser Bantaeng yang terlibat

Mereka di antaranya inisial HA (39), KA (24), TR (35) dan NY (33) serta warga sipil atau masyarakat biasa yakni AD alias CA (31) dan pihak penyidik Dirkrimum Polda Sulsel menerapkan pasal 170 Ayat (2) ke- 3 Jo pasal 351 Ayat (3)

“Kami berharap penyidik Dirkrimum Polda Sulsel untuk mempercepat mengirim berkas perkara ke Kejati Sulsel untuk diteliti sebelum di P.21 karena publik menunggu Profesionalisme dan Transparansi dalam kasus ini” bebernya

Kasus yang telah menjadi perhatian publik ini yang melibatkan oknum polisi Polres Bantaeng telah dipantau Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta

“Kami juga meminta penyidik untuk melakukan penangkapan dan Penahanan terhadap lima orang yang terlibat dalam kasus ini dan Penyidik berwenang atau berHak dalam melakukan penangkapan dan penahanan sesuai apa yang diatur dalam Kitab UU Hukum acara pidana (KUHAP) agar terciptanya penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan.” pumgkasnya

(YJ/DS)

Pos terkait