Aliansi Mahasiswa dan Pemuda NTT Desak Gubernur Mundur dari Jabatannya

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda NTT

newszonamerah.com- Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Nusa Tenggara Timur Makassar menggelar aksi demonstrasi di Jl. A.P. Pettarani, Makassar, Sulsel. Jumat (10/12/ 2021)

Para mahasiswa dan pemuda tersebut mengecam atas dugaan rasis yang di sampaikan oleh gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di kabupaten Sumba Timur, kecamatan Rindi, desa Kabaru.

Prihal tersebut masa aksi menyerukan Gubernur NTT supaya mundur atau lengserkan dari jabatannya.

Pihak demonstran juga menegaskan bahwa apa yang di lakukan gubernur NTT sudah melanggar UU nomor 40 Tahun 2008 Tentang diskriminasi, ras dan etnis.

Para demonstran menyampaikan beberapa tuntutan, diantaranya adalah,

“stop rasis, hentikan diskriminasi terhadap mahasiswa dan rakyat, stop nepotisme”

Kordinator lapangan Jimi Saputra dalam orasinnya mengatakan, hari ini Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Nusa Tenggara Timur Makassar Melakukan aksi unjuk rasa terkait dengan adanya tindakan rasisme yang dilakukan oleh Gubernur NTT dengan mengatakan ‘monyet’ terhadap masyarakat Sumba Timur.

Hal ini kata dia bahwa gubernur NTT tidak layak menjadi seorang pemimpin.

“Maka dari itu kami dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Nusa Tenggara Timur untuk meminta gubernur NTT Segera mundur dari jabatannya” teriaknya

Sudah sangat jelas bertentangan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras Dan Etnis.

“Kami dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Nusa Tenggara Timur Makassar akan mengkawal persoalan ini sampai Gubernur NTT mundur dari jabatannya” tegas Jimi.

Sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan kunjungan kerja ke Sumba Timur beberapa waktu yang lalu.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, Gubernur dan rakyat Sumba Timur beradu mulut soal lahan peternakan sapi.

Buntut panjang persoalan tersebut sehingga banyak yang mengecam atas pernyataan gubernur.

Selaian Rasis, Gubernur NTT dalam video yang beredar juga mengancam dan ingin memenjarakan rakyat yang melawan kebijakan pemerintah.

Viktor menjelaskan lahan yang menjadi perdebatan adalah aset Pemprov NTT untuk membangun peternakan sapi.

Politisi Nasdem itu meminta masyarakat tidak mempersoalkan status tanah tersebut.

Semantara tokoh masyarakat setempat meminta ke pihak pemerintah propinsi untuk menunjukkan bukti surat atas kepemilikan tanah tersebut.

Namun Gubernur Viktor mengabaikan permintaan tersebut, sehingga warga meninggalkan lokasi dan rombongan gubernur.

(Ds)

Pos terkait