Apresiasi Pengamanan PPKM, Masyarakat Berikan Bantuan Dukungan Operasional untuk Personel Polda Bali

  • Whatsapp
Apresiasi Pengamanan PPKM, Masyarakat Berikan Bantuan Dukungan Operasional untuk Personel Polda Bali

Bacaan Lainnya

Denpasar,Newszonamerah.com

PPKM Darurat Jawa Bali yang kini sudah diganti dengan PPKM level 3 dan 4 tentu saja menguras tenaga, waktu dan pikiran para petugas keamanan.  

Personel Polda Bali yang terlibat dalam Ops Aman Nusa Agung II-2021 yang khusus menangani  Covid-19 bekerja hampir tak mengenal waktu. Pagi, siang dan malam, polisi tetap turun ke lapangan mendisiplinkan masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan. Tujuannya adalah untuk menurunkan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19. 

Jika dilihat dari tingkat resiko, para polisi inilah yang paling rawan dan beresiko tinggi tertular Covid-19. Dengan menggunakan prokes yang ketat, polisi mendatangi tempat yang berpotensi menimbulkan keramaian untuk memberikan sosialisasi dan edukasi. Kegiatan dan dinamika operasi yang sangat padat membuat mereka akan lelah dan capek sehinggu berpengaruh pada kekuatan imunitas tubuh. 

Untuk diketahui bahwa polisi yang bertugas di pos penyekatan sudah berdiri ditengah jalan sejak pagi, melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat untuk mengurangi mobilitas. Dalam tugas, mereka terlihat bergantian dengan polisi lainnya untuk sekedar melemaskan otot kaki. 

Masyarakat pun merasa empati terhadap anggota Polri yang bertugas ditengah pandemi ini. Pemilik PT Bithouse Digital Group yang diwakili oleh Gde Darma Susila mendatangi Polda Bali untuk menyerahkan bantuan dukungan operasional berupa alat kesehatan dan minuman kepada personel Polda Bali yang melaksanakan pengamanan PPKM, pada Jumat (23/7) lalu. Ia memberikan 50 kotak masker, 40 dus air mineral, 250 buah face shield dan 40 dus minuman isotonik secara sukarela. 

“Kedatangan kami untuk mengapresiasi dan memberikan dukungan operasional kepada personel Polda Bali yang sudah bekerja dengan baik dalam menerapkan aturan PPKM level 3 dan 4. Semoga dukungan operasional yang diberikan bisa bermanfaat dan semoga Covid-19 cepat berlalu dan Bali kembali pulih,” kata Gde Darma. 

Menurut Gde Darma, rasa empati dan kepeduliannya terhadap anggota Polri muncul setelah melihat langsung sejumlah polisi masih melakukan pemeriksaan dan pengalihan arus lalu lintas sekitar pukul 10.30 Wita. 

“Meskipun panas, pak polisi masih tetap menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Tak hanya menahan panas, kesabaran polisi juga diuji saat itu ketika menghadapi warga yang ngotot ingin lewat, padahal jalan ditutup dan semua kendaraan dialihkan. Untuk itu saya sangat mengapresiasi ini,” imbuhnya. 

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Syamsi, S.H. mengatakan bantuan tersebut sudah diterima seminggu yang lalu di Press Room Bidhumas Polda Bali. Hasil koordinasi, bantuan tersebut disepakati untuk didistribusikan ke personel Polri yang melaksanakan tugas di lapangan. 

“Hari ini, Jumat (30/7) sekitar pukul 10.00 Wita bantuan tersebut sudah didistribusikan ke personel Polri yang melaksanakan tugas pengamanan PPKM,” terangnya. 

Kombes Pol. Syamsi, S.H. menjelaskan, bantuan tersebut berangkat dari Mapolda Bali langsung menuju Pos Penyekatan Tohpati. Kemudian menuju Pos Grand Bali Beach Sanur, Polsek Kuta, Pos Penyekatan Jalan Kunti – Sunset Road dan Pos Penyekatan Jalan Gunung Salak. 

Bantuan tersebut juga diberikan kepada personel Polri yang bertugas di Pos Penyekatan Kebo Iwa dan terakhir diserahkan di Polsek Denpasar Utara. Jumlah bantuan yang diserahkan di masing-masing pos berbeda-beda sesuai jumlah personel yang bertugas. 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah peduli terhadap anggota Polri yang melaksanakan tugas di tengah pandemi. Mari patuhi prokes agar tidak terpapar Covid-19,” ucap Kabid Humas. 

Rasa terima kasih dan kepatuhan masyarakat untuk mengikuti arahan petugas Polri di lapangan amat penting untuk menghindari pandemi Covid-19 semakin mewabah di Indonesia. Apalagi saat ini banyak varian Covid-19 yang lebih mudah menular dan jumlah vaksin yang masih amat terbatas membuat Indonesia belum aman dari lonjakan kasus Covid-19. 

ISKANDAR

Pos terkait