BNPT Sebut Pelaku Bom Gereja Katedral Belajar Rakit Bom Lewat Online

  • Whatsapp
Ilustrasi bom

Newszonamerah.com – Pelaku bom bunuh diri di gereja Katedral Makassar belajar merakit bom lewat online

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar, Senin (29/3/2021)

Bacaan Lainnya

“Kedua pelaku ini masih muda dan belum lama menikah. Mereka belajar merakit bom lewat pelatihan online yang diajarkan seniornya,” kata Boy Rafli Amar

“Mereka ini kelahiran tahun 1995. Mereka ini kalangan milenial,” kata dia.

Boy melanjutkan, usai mendapat pelatihan online,  pelaku laki-laki berinisial L itu kemudian membuat sendiri bom tersebut.

Polisi menyebut para pelaku bom bunuh diri di Katedral, Makassar merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina” ungkap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Jenderal polisi bintang empat ini meminta masyarakat agar tenang dan tidak panik pasca teror bom bunuh diri.

CCTV Detik-detik ledakan bom di depan gereja Katedral Makassar

Masyarakat, diminta tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa.

“Kami TNI-Polri akan memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat,” kata Listyo.

Sebelumnya, bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katolik Katedral, Makassar, pada Minggu (28/3) pagi sekitar Pukul 10.28 Wita.

Ledakan terjadi ketika para jemaat di baru saja selesai melaksanakan Misa Minggu Palma di gereja.

Setidaknya 20 korban luka termasuk petugas gereja dan jemaat. Puluhan korban menderita luka berat, sedang dan, ringan.

Menurut polisi, terduga pelaku terdiri atas dua orang yang merupakan pasangan suami istri.

Keduanya berboncengan sepeda motor dan ingin menerobos masuk ke dalam gereja

(Is)

Pos terkait