BSPS Luwu Diduga Digelapkan

Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Desa Padang Kalua

Newszonamerah.com-Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang berada di Desa Padang Kalua, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, diduga adanya sebuah penggelapan dana yang dilakukan oleh Pengurus Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya tersebut.

Penggalapan dana tersebut dilakukan dengan adanya pengurangan bahan dan pemotongan harga kayu yang bersumber dari warga tidak sesuai dengan Rencangan Anggaran Biaya nya (RAB).

Bacaan Lainnya

Salah satu warga yang penerima bantuan tersebut Alimuddin yang mendapatkan pengurangan bahan berupa bahan kayu, yang tercantu di RAB, sebanyak 120 Lembar, namun yang diterimahnya hanya sebanyak 97 lembar.

“Sebanyak 120 lembar papan di Rencangan Anggaran Biaya nya, namun saya hitung papanya hanya 97 yang datang” ujarnya.

Selanjutnya dugaan penggelapan tersebut dilakukan dengan adanya pemotongan harga kayu yang berasal dari masyarakat, harga satuan kayu tersebut yang tercantum di Rencangan Anggaran Biaya harga balok 5×5 panjang 4 meter Rp. 25.000 per satuan kemudian dipotong dengan harga Rp.17.000, per satuan balok, Balok 5×7 panjang 4 meter dengan harga Rp.35.000 per satuan.

kemudian di potong dengan harga Rp.23.800, kayu balok 5×10 dengan panjang 4 meter dengan harga 50.000 per satuan, di potong dengan harga Rp. 34.000, kayu balok 10×10 dengan harga per satuan kayu Rp.100.000 dipotong dengan harga Rp.68.000 dan papan seharga Rp.40.000 per satuan di potong dengan harga 27.000 per satuan papan.

Salah satu pemuda yang bernama Muh Ardianto Palla, selaku penerimah Bantuan tersebut orang tuanya, sangat menyanyangkan pemotongan-pemotongan harga kayu yang dilakukan oleh oknum tersebut.

“inikan kayu bersumber dari masyarakat, bukan dari tokoh, sudah jelas-jelas tercantum dalam Rencangan Anggaran Biaya (RAB), per satuan kayu, tapi kenapa harga yang diberikan oleh pengurus, tidak sesuai dengan Rencangan Anggaran Biayanya nya, ujarnya.

Dia juga menambahkan bahwa dia akan melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian, untuk ditindak lanjuti dengan adanya dugaan penggalapan dana yang dilakukan oleh pengurus tersebut.

“Saya akan melaporkan ke pihak Kepolisian bahwa adanya dugaan penggalapan dana yang dilakukan oleh pihak pengurus tersebut, dan ini sementara mengumpulkan barang-barang buktinya, jika barang buktinya sudah terkumpul semua baru dilaporkan ke pihak yang ber wajib, untuk ditindak lanjuti, Tegasnya.

Sampai berita ini dipublikasikan belum ada klarifikasi pihak terkait.

(DS )

Pos terkait