Cerita Gadis “Simatupang” dari Berburu Pria Hidung Belang hingga di PHP

Ilustrasi

Newszonamerah.com – Praktik prostitusi lewat aplikasi online di Kota Anging Mamiri, Sulawesi Selatan, masih tetap berdenyut hingga saat ini, Sabtu (7/3/2020)

Melalui aplikasi online, para gadis siang malam tunggu panggilan (Simatupang) ini, secara terang-terangan menjajakan dirinya kepada beberapa pria hidung belang

Bacaan Lainnya

Mereka bahkan blak-blakan mencantumkan kode untuk menarik perhatian para lelaki

Kode itu seperti, BO (Booking Order), DP (Down Payment) dulu, ST (Short time), Full Time (FT), COD Langsung, No PHP, No Anal, dan lainnya

Dari penelusuran media ini, salah seorang gadis “Simatupang” berinisial MA, menyebutkan, bahwa tarif untuk kencan bersamanya Rp 1,5 juta, full time.

Namun kata MA, pria tersebut harus membayar DP terlebih dahulu Rp 500 ribu.

MA menyebut nominal Rp 1,5 juta itu sudah termasuk hotel plus layanan full service

“Tarif tersebut sudah semalam penuh,” ujar MA kepada media ini, Sabtu (7/3/2020)

MA (26) mengatakan jika serius ingin kencan denganya maka DP ditransfer terlebih dahulu baru ketemuan.

MA mengaku, sering melayani pria hidung belang di Kota Makassar, namun juga kata dia banyak yang Pemberi Harapan Palsu (PHP)

Selain MA, media ini juga mencoba mengorek informasi dari gadis “Simatupang” lainnya, yakni inisial AD

Ia juga menuliskan kode beserta tarifnya, harga tersebut bervariasi, seperti kode : ST (Short time) untuk 1 Jam Rp. 300 ribu, DP Rp 100 ribu. Dan ST 2 jam Rp 500 ribu, DP Rp 200 ribu. ST 8 jam Rp 1,5 juta DP Rp 400 ribu

Sementara untuk waktu yang lama, aturan BO satu jam Rp 300 ribu, ST 2 jam Rp 500 ribu, Full Time 8 jam Rp 1,5 juta, DP Rp 150 ribu plus pulsa, DP sudah termasuk potongan tarif

“Semua booking full service, no anal. DP itu wajib sebelum booking. Happy sex dan jaminan foto KTP saya” kata AD

AD mengaku selalu bertransaksi secara online menggunakan aplikasi pertemanan, khususnya MiChat.

“Lebih mudah aja kalau online. Apalagi MiChat, lebih mudah ketemu lelaki, apalagi saya orang sini (Makassar)” katanya.

Pelanggan, menurut dia, biasanya ramai pada akhir pekan.Dalam sehari, ia mengaku bisa melayani rata-rata 3-5 pria hidung belang.

AD mengaku baru kali ini bekerja sebagai Gadis “Simatupang”, “Saya baru kali ini, stres diputus pacar, hanya pelarian saja” ucapnya

Perempuan ini pun tidak menampik jika per bulan penghasilannya bisa mencapai Rp 5 sampai 10 juta, “Ya gitulah, untuk bayar kos sama makan saja” terangnya

Kendati demikian, praktik prostitusi lewat aplikasi online ini sama sekali tidak benar dan sangat menyimpang

Oleh karena itu, masyarakat dan seluruh stakeholder diminta untuk bersama-sama menanganinya

Para pelaku bisa dikenai UU ITE, Pasal 27 ayat 1, jika merujuk kasus prostitusi online yang menimpa beberapa artis di Indonesia

Pasal itu menyebut, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Ancaman hukumannya yaitu 6 tahun penjara

(Darwis)

Pos terkait