Corona Merebak, MUI Sulsel Imbau Salat Jumat Ditiadakan

Masjid Al-Markaz Al-Islami (Foto Istimewah)

Newszonamerah.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan kembali mengeluarkan surat imbauan untuk kedua kalinya agar salat jumat ditiadakan.

Hal itu menyusul setelah Makassar dan Sulawesi Selatan masuk kategori rawan virus corona (Covid-19)

Bacaan Lainnya

Surat imbauan itu ditandatangani langsung oleh Ketua Umum, DR. (HC) AGH. Sanusi Baco Lc, dan Sekretaris Umum, Prof. Dr. H.M. Galib M, M.A tertanggal 1 April 2020.

Berikut enam poin yang tercantum dalam surat imbauan MUI Sulsel:

1) Pelaksanaan Shalat Jumat ditiadakan untuk sementara waktu selama tiga Jumat, yaitu (3 April, 10 April, dan 17 April 2020)

Dan akan ditinjau kembali waktu pelaksanaannya setelah kondisi berangsur-angsur pulih dan normal

2) Pelaksanaan Shalat Jumat diganti dengan Shalat Dhuhur di rumah masing-masing

3) Apabila kondisi penularan Covid-19 telah menurun, Shalat berjamaah dapat dilakukan di Masjid dengan tetap menjaga jarak serta tetap membawa perlengkapan Shalat masing-masing

4) Informasi tentang Covid-19 hendaknya selalu merujuk kepada pihak yang memiliki otoritas seperti pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Selatan sehingga masyarakat tidak terpapar dengan berita-berita hoax

5) Bagi Tim Medis yang bertugas mendampingi pasien agar memedomani Fatwa MUI Nomor 17 Tahun 2020 dalam hal Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Shalat

6) Bagi Masyarakat agar tetsp memelihara kerukunan dan keharmonisan dengan sesama, menjaga kebersihan lingkungan, memperbanyak Qunut Nazila, Doa, Shalawat kepada Nabi, Istighfar serta tetap memantapkan tawakal kepada Allah SWT

Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar mentarakan darurat virus corona Makassar menaikkan statusnya dari siaga.

Hal itu dilakukan karena makin banyak pasien positif corona di sana. Tercatat pasien positif corona terus bertambah

“Makassar semenjak ada yang meninggal (positif) sudah status darurat. Apalagi saat ini kasus terus bertambah,” kata Pejabat Wali kota Makassar, M Iqbal Suhaeb

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, secara nasional kasus pasien positif corona ini terus meningkat

Angka kasus pasien corona di Indonesia naik menjadi 1.677 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 157 orang, sementara yang sembuh 103 orang.

Penambahan konfirmasi kasus positif mencapai 149 orang

“Sehingga total kasus 1.677,” kata Juru Bicara Pemerintah Achmad Yurianto dalam keterangan persnya, di gedung BNPB, Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Yuri melanjutkan kasus kematian akibat Covid-19 hingga saat ini mencapai 157 orang.

“Kasus kematian bertambah 21 orang, sehingga total 157 orang,” ungkapnya

Selain itu, jumlah pasien Corona yang dinyatakan sembuh setelah menjalani dua kali tes bertambah menjadi 103 orang.

“Kasus sembuh bertambah 22 orang sehingga total menjadi 103 orang” pungkasnya

(RS)

Pos terkait