Demo Part 2, Bebaskan Ijul Kasus Salah Tangkap, FPR “Serbu” PN Makassar

FPR gelar aksi unjuk rasa part2 di pelataran gedung Pengadilan Negeri Makassar
FPR gelar aksi unjuk rasa part2 di pelataran gedung Pengadilan Negeri Makassar

Newszonamerah.com – Aksi demonstrasi untuk dukungan terhadap Ijul dan terdakwa lainnya kembali digelar oleh Front Perjuangan Rakyat (FPR) Sulawesi Selatan

Unjuk rasa part 2 ini digelar di pelataran gedung Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jalan R.A Kartini, Kota Makassar, Selasa, (9/2/2021)

Bacaan Lainnya

Aksi bebaskan Ijul Kasus Salah Tangkap ini untuk mengawal agenda pembacaan nota pembelaan (pleidoi) oleh kuasa hukum para terdakwa yang dijadwalkan pada Pukul 13.00 Wita, siang tadi.

Massa aksi menyampaikan orasi secara bergantian serta menyorakkan berbagai yel-yel sebagai bentuk dukungan kepada para terdakwa sekaligus penolakan terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja.

“Bebaskan kawan kami sekarang juga,” sorak massa aksi.

“Ijul tak bersalah, cabut Omnibus Law,” yel-yel lainnya dari massa aksi.

Ijul dan terdakwa lainnya ditangkap oleh pihak Polrestabes Kota Makassar dengan tuduhan melakukan pembakaran ambulans dan pengrusakan gedung milik Partai Nasdem

Kejadian tersebut terjadi pada Kamis malam, 22 Oktober 2020 lalu, saat aksi penolakan UU Cipta Kerja berlangsung di Jalan A.P Pettarani Makassar.

Terkait tuduhan ini, Humas FPR Sulsel, Al Iqbal menyampaikan bahwa tuduhan tersebut tidak dapat dibenarkan sebab Ijul secara pribadi maupun organisasi tidak terlibat dalam dalam aksi unjuk rasa pada malam itu.

“Itu tidak benar, Ijul dan kami di FPR tidak terlibat dalam aksi pada malam itu sehingga tidak dapat dibenarkan bahwa Ijul yang melakukan pembakaran,” sebutnya.

“Dalam pengajuan saksi pihak terdakwa, para saksi juga dapat menjelaskan rangkaian kegiatan yang dilakukan Ijul saat itu, mulai dari kesibukan di kampus hingga di luar kampus untuk urusan penyelesaian akademik.

“Tidak ada kegiatan Ijul hari itu yang membenarkan dugaan bahwa Ijul berada di lokasi pembakaran,” tambahnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Ijul, Ansar S,H dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar setelah persidangan menyampaikan bahwa Ijul hanyalah korban asal tangkap dari rezim politik saat ini.

“Tidak ada sama sekali bukti atau saksi yang mampu menjelaskan keterlibatan Ijul. Saksi-saksi yang diajukan Jaksa malah memberikan keterangan yang tidak konsisten bahkan saling bertentangan. Sehingga keterangan dari saksi sangat meragukan.”

Selain itu, Ansar menjelaskan bahwa terdapat kejanggalan yang muncul dalam fakta-fakta persidangan yang telah berlangsung hingga saat ini.

“Dalam persidangan, kita mengetahui bahwa berkas tuntutan hampir sama persis dengan berita acara pemeriksaan (BAP) para terdakwa sehingga patut diduga merupakan hasil jiplakan,” kata Ansar.

“Selain itu, para terdakwa lainnya menyangkali hasil BAP, yang berbunyi bahwa mereka mengenali Ijul di dalam bunyi BAP. Pada saat dalam agenda pemeriksaan terdakwa beberapa waktu lalu”

“Para terdakwa dengan jelas juga menyebutkan bahwa mereka terpaksa menyebut nama Ijul sebab mengalami intimidasi dan penyiksaan pada saat proses penyidikan.”

“Oleh karena itu terkait Penyangkalan Para terdakwa, HAKIM Pengadilan Negri Kota Makassar, harus segera memutuskan untuk membebaskan Supianto alias Ijul dan para Korban salah tankap lainnya.” tegas Ansar

(Risal Efendi Jaya)

Pos terkait