Diduga 4 Perusahaan Merengkrut Pembunuh Bayaran Untuk Membunuh Presiden haiti

  • Whatsapp
Diduga 4 Perusahaan Merengkrut Pembunuh Bayaran Untuk Membunuh Presiden haiti

 

Newszonamerah.com Kapolres Kolombia menyatakan bahwa sejumlah warga Kolombia yang terlibat dalam pembunuhan Presiden Haiti diduga direkrut oleh 4 perusahaan. Mereka melakukan perjalanan ke Haiti melalui Dominika dalam dua angkatan yang tersedia.
Dikutip dari Associated Press, pembunuh Presiden Haiti tampaknya melibatkan konspirasi internasional yang rumit dan penyelidikan sedang berlangsung.

11 tentara yang terlibat dalam kasus ini masuk ke Kedutaan Besar Taiwan di Haiti pada hari Kamis dan mencoba melarikan diri, tapi semua telah ditangkap oleh polisi Haiti.

Polisi mengatakan sebanyak 28 orang terlibat dalam kasus ini, 26 orang merupakan warga Kolombia dan 2 orang lagi warga Amerika Serikat.

Kepala Polisi Nasional Kolombia Vargas mengatakan pada konferensi pers di ibukota Bogota pada hari Jumat, waktu setempat, empat perusahaan dicurigai merekrut personel untuk pembunuhan tersebut dan mengatakan para tersangka dibagi menjadi dua kelompok dan pergi ke Dominika pada awal Mei dan awal Juni, dan kemudian dipindahkan ke Haiti.

Kelompok pertama melakukan perjalanan dari Kolombia ke Panama pada 6 Mei, kemudian ke Dominika dan kemudian ke Haiti. Kelompok kedua menindaklanjuti dan berangkat dari Kolombia ke Dominika pada tanggal 4 Juni, dan kemudian memasuki Haiti dua hari kemudian.

Istri tentara bayaran yang ditangkap, mengatakan kepada Columbia W Radio bahwa suaminya dipekerjakan oleh sebuah perusahaan bernama CTU dengan gaji bulanan sebesar Rp 39 juta, mengaku pergi ke Dominika untuk melindungi beberapa orang besar.

Salah satu tersangka melakukan panggilan telepon dengan istrinya pukul 10 malam pada hari Rabu, terakhir kali setelah Presiden Haiti dibunuh.

Terakhir dia mengatakan dia sedang bertugas di sebuah ruangan tempat dia tinggal bersama seorang rekan. Istrinya juga menerima pesan keesokan harinya, mengatakan bahwa dia melarikan diri dan diserang.

Kasus ini masih dalam penyelidikan. 
Sumber : indozone.id

Pos terkait