Dinilai Tidak Transparan, Proyek Gedung PN Kelas 1A di Gowa ‘Disensor’ dari Publik

  • Whatsapp
Pembangunan Gedung Pengadilan Negeri Kelas 1A di Gowa (Dok/Poros Rakyat Indonesia)

Newszonamerah.com – Ketua Umum DPP Poros Rakyat Indonesia, M Jafar Sidik menyayangkan pembangunan Gedung Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A di Gowa

Jafar menduga ada aroma tidak transparansi atas proyek Gedung tersebut

Bacaan Lainnya

Diketahui Gowa adalah wilayah yang sangat terbuka atas informasi dan komunikasi

“Jika pun ada sekelompok atau person yang mencoba mencederai UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) maka boleh jadi mereka bukan dari pelaku yang profesional,” kata Jafar Sidik dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Jumat (28/5/2021)

Jafar menegaskan, mereka mungkin melupakan bahwa negeri ini adalah negeri yang kuat karena masih mampu menjalankan Undang Undangnya dengan baik.

Ditengah pemerintah mengupayakan transparansi Informasi segala bidang termasuk kegiatan proyek di negeri ini

Kata Jafar masih saja ada person yang kadang kala melupakan hak-hal publik dalam menjalankan kontrol Sosial, dan pengawasan

Yang menjadi pertanyaan, pembangunan Gedung Pengadilan senilai 26,3 Miliar dalam dua tahapan pembangunan, seakan-akan tertutup untuk badan publik

“Setiap jam kerja tidak boleh ada satupun teman-teman media atau Lembaga kontrol Sosial, pemerhati kebijakan yang dibiarkan kedalam lokasi pembangunan tersebut” ungkapnya

Padahal kata Jafar, UU. No. 14. Tahun 2008 sangat jelas maksud dan tujuannya, Keterbukaan Informasi Publik.

Oleh karena itu sangat disayangkan jika kegiatan pembangunan Gedung Pengadilan Negeri 1A. Gowa terkesan tertutup.

Pengadilan adalah wadah penerapan hukum dan termasuk wajib mengakomodir Undang-undang keterbukaan informasi publik

“Khususnya dalam pembangunan Gedung Pengadilan buat rakyat Gowa. Secara transparansi,” tegas Ketua DPP Poros Rakyat Indonesia

(PR)

Pos terkait