Efek Bola Salju: Pahlawan Devisa Tuntut Pemerintah Indonesia Lobi Negara Korea

Efek Bola Salju: Pahlawan Devisa Tuntut Pemerintah Indonesia Lobi Negara Korea

 

CILACAP, Newszonamerah.com – Sebagai Salah satu Negara Tujuan Calon Pekerja Indonesia (CPMI) Korea belum fair membuka pintunya untuk para pekerja Indonesia. Di Banding Negara-negara lain Indonesia telah tertinggal jauh oleh negara-negara tetangga dikawasan asia tenggara yg lebih dulu mendapatkan lampu hijau untuk masuk ke Negara Korea. Tentu saja ini menjadi kecemburuan sosial dan membuat geram para CPMI yang telah tertahan pemberangkatannya selama kurang lebih 2 tahun.

Bacaan Lainnya

Saat Kunjungan Jokowi ke Jawa Tengah misalnya para calon pekerja migran menyampaikan aspirasi melalui pembentangan spanduk saat Presiden Joko Widodo berkunjung di Cilacap, Kamis (23/9).

Pembentangan poster oleh calon pekerja migran Indonesia (CPMI) di sepanjang Jalan Ketapang menuju SMAN 5.

Pengamanan Kunker Jokowi Humanis

Mereka membawa berbagai macam poster bertuliskan ‘Pak Jokowi tolong buka GTOG Korea’, ‘Tolong kami Pak Jokowi CPMI mangkrak 2 tahun’, ‘Kami pahlawan devisa #Save CPMI GTOG Korea Selatan’, ‘Pak Jokowi tolong kami CPMI GTOG Korea Selatan yang mangkrak penempatan hampir 2 tahun’.

“Ada beberapa petugas dari Polri serta stakeholder terkait yang melihat kejadian itu. Mereka didatangi dan ditanya tentang kenapa mereka bergerombol. Ini kan masa pandemi,” kata Iqbal dalam keterangannya, Jumat (24/9).

Selanjutnya, dilakukan pertemuan dengan enam perwakilan massa CPMI untuk membahas soal tujuan aksi mereka.

“Kami memanggil dan mengajak diskusi perwakilan CPMI sebanyak enam orang berniat menyampaikan aspirasi dengan membentangkan poster kepada presiden terkait BP2MI menghentikan pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Korea saat pandemi Covid-19,” tutur Iqbal.

Saat itu, kata Iqbal, Direktur Intelkam Polda Jateng Kombes Djati W. Abadhy melakukan pendekatan dan penjelasan kepada keenam orang tersebut. Iqbal mengklaim mereka menerima penjelasan polisi.

Kronologi Penangkapan 10 Mahasiswa UNS Saat Kunjungan Jokowi

“Selanjutnya permasalahan akan disampaikan kepada pemerintah daerah setempat untuk tetap memperhatikan nasib CPMI,” ucap Iqbal.

Lebih lanjut, Iqbal menyampaikan pihaknya juga berkoordinasi dengan Disnakertrans Kabupaten Cilacap untuk memfasilitasi para calon tenaga kerja Korea dan Taiwan agar tercapai solusi dan menentukan jalan yang terbaik.

“Hal ini bertujuan agar aksi massa susulan dapat diantisipasi, karena jumlahnya ribuan CPMI,” ujarnya.

Sebelumnya, dua orang warga ditangkap polisi dan ormas berpakaian loreng oranye saat Jokowi akan melintas dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Cilacap, Kamis (23/9). Salah satu anggota ormas yang ikut menangkap, mengaku mencurigai dua orang itu sejak awal.(Bung) 

Pos terkait