‘Ego’ dan Rakus, Kerjasama Media di DPRD Jeneponto Banjir Kecaman

Surat yang beredar

newszonamerah.com- Langkah Sekretaris Dewan ( Sekwan) Kabupaten Jeneponto terkait kerjasama publikasi dilingkup para wakil rakyat yang hanya diperuntukkan untuk media yang sudah terverifikasi di Dewan Pers dan PWI saja memantik reaksi kekesalan puluhan awak media serta organisasi pers.

Hal itu disampaikan oleh beberapa Media yang bertugas di wilayah Sulsel, Terkait permasalahan Kerjasama media di DPRD Kabupaten Jeneponto. Jumat (10/12/2021)

DPP Humas Serikat Wartawan Media Online Republik Indonesia (SEKAT RI),  Muh Darwis angkat bicara. Dalam kerjasama pemberitaan media terhadap pihak manapun, apalagi dengan pihak pemerintah yang seharusnya tidak perlu ada diskriminasi.

Konstitusi kita sudah mengatur di pasal 28 serta diatur tentang perusahaan pers di UU pers pasal 1 ayat 2 di bab I ketentuan umum dan pasal 9 ayat 2, bila ada larangan kerjasama di bidang media seperti yang dilakukan oleh sekwan DPRD Jeneponto itu jelas melanggar HAM.

Karena negara kita ini negara yang menganut garis hukum yang jelas yaitu negara hukum modern Pancasila.

Sekwan seharusnya menjalankan aturan hukum secara demokrasi dan menjalankan HAM, mengenai surat edaran dewan pers yang telah kadaluarsa dan melampaui batas undang-undang tentunya itu tidak berlaku.

“Saya berharap sekwan dan DPRD Kabupaten Jeneponto sama-sama dapat menjalankan aturan hukum sebagaimana aturan itu dibuat. Jangan salah menafsirkan atau menjalankan sehingga dapat mencederai demokrasi dan HAM sesuai cita cita reformasi” ungkapnya

Dalam hal ini, Pemerintah harusnya melakukan RDP dari pihak organisasi pers lainnya sebelum mengeluarkan aturan. Dan aturan yang hanya berlaku di Kabupaten Jeneponto.

“Kami menduga ada pihak oknum PWI yang cuci otak instansi pemerintah, bahwa PWI satu- satunya organisasi pers Ini diskriminasi, ‘ego’ dan bentuk kerakusan organisasi pers yang seolah-olah hanya dia saja organisasi pers” pungkasnya.

Sampai berita ini dipublikasikan pihak terkait belum bisa ditemui.

(ds)

Pos terkait