Ekspedisi Jabar Selatan; Membaca Potensi Wisata dan Mengukur Kinerja Pemerintah Daerah

  • Whatsapp
Ekspedisi Jabar Selatan; Membaca Potensi Wisata dan Mengukur Kinerja Pemerintah Daerah


CIANJUR: Menikmati keindahan kawasan wisata bahari Pantai Jabar Selatan, memberikan sensasi tersendiri bagi siapa saja yang menjelajahinya. Garis pantai yang panjang membentang, terhitung dari kawasan Selatan Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, sampai Pantai Selatan Ciamis, menawarkan eksotisme pemandangan khas pantai yang menyejukan mata. Pun demikian dengan komunitas Ngaprak Jabar yang melakukan Ekspedisi Jabar Selatan selama lima hari, terhitung 24-29 Agustus 2021. 

Bacaan Lainnya

Sang surya sudah beranjak ke ufuk timur, udara panas jalanan sisa siang ini mulai sirna tergantikan oleh sepoi angin nan menyegarkan tubuh di atas kuda besi yang terus berpacu menuju ke arah Selatan Kota Cianjur. Tepat pukul 14.00 WIB Ekspedisi Jabar Selatan dimulai dengan personil sejumlah delapan orang, berikut dengan perlengkapan perjalanan yang telah dipersiapkan seminggu sebelumnya. Kendaraan roda dua pun menjadi pilihan pada perjalanan kali ini. Alasannya simpel saja, praktis dan ekonomis serta waktu tempuh dapat lebih cepat. 

Misi utama dari ekspedisi ini adalah menegtahui dan memahami potensi wisata bahari di sepanajang garis pantai Jabar Selatan, berikut dengan pembangunan infrastrukturnya. Fakta dan data yang diperoleh akan dijadikan referensi dan rekomendasi kepada pihak-pihak terkait. 

Garis pantai yang sempat dijadikan objek mini riset dari komunitas Ngaprak Jabar diantaranya, pertama  untuk Garis Pantai Cianjur; Pantai Tegal Buleud, Sinar Laut, Apra, Sereg, Karang Potong, Ciwidig, Camara, Jayanti. Kedua Garis Pantai Garut Selatan diantaranya Rancabuaya, Sayang Heulang, Santolo. Ketiga, Garis Pantai Tasikmalaya; Cipatujah, keempat Garis Pantai Ciamis: Batukaras Cijulang, Parigi dan Pantai Pangandaran, hingga tuntas ke Penyebrangan Kali Peucang menuju Pantai Nusakambangan Cilacap Jawa Tengah. Jarak tempuh keseluruhan lebih kurang 520 KM dengan waktu tempu pergi pulang sekitar 4-5 hari. Adapun tim personil dari ekspedisi ini berjumlah 8 orang dengan berkendara roda dua. 

Keindahan potensi wisata pantai Jabar Selatan memang sangat menakjubkan, seolah mengekstasi para pelancong yang haus akan hiburan untuk dapat kembali dan terus kembali menikmati indahnya pemandangan dan semilir angin khas kawasan pantai. Disepanjang kanan jalan Pantai Jabar Selatan, jika menggunakan rute awal dari daerah Cianjur, maka kita sudah langsung disuguhi dengan eksotisme alam pantai Parahyangan yang masih asri, bersih, dengan jalanan aspal hitam dan diselengi jalan beton dengan kualitas sangat baik. 

Sulit rasanya menemukan jalanan dengan kondisi rusak disepanjang perjalan Pantai Jabar Selatan tersebut. Sehingga tidaklah mengherankan, banyak sekali wisatawan domestik yang berkunjung, karena bertepatan dengan puncak musim panas di bulan Agustus, dimana pemandangan pantai dengan kecerahan dan kelembaban udara yang pas, menjadikan kawasan pantai Jabar Selatan sebagai destinasi wisata baru keluarga. 

Namun, dari sekian banyak catatan yang kami himpun, Garis Pantai Cianjur Selatan, masih banyak yang belum tersentuh oleh program wisata andalan pemerintah daerah. Alhasil Pantai Cianjur Selatan dalam hala penegelolaan dan pembangunan masih kalah oleh kabupaten lain. Padahal potensi wisata CIanjur Selatan begitu menakjubkan dan menjanjikan jika dikelola dengan serius oleh pemerintah daerah. 

Sebagai contoh kawasan Pantai Ciwidig Cidaun yang membentang, keberadaannya masih jauh dari layak untuk dijadikan daerah tujuann wisata keluarga, yang nampak adalah penggalian pasir besi skala kecil yang dilakukan oleh “oknum” warga setempat dengan alat angkut truk engkel yang hilir mudik membawa pasir besi tersebut. 

Hal ini perlu menjadi fokus perhatian pemerintah daerah Cianjur. Saatnya Pemda serius membangun dan mensejahterakan masyarakat melalui pemaksimalan potensi wisata baharinya, jika bukan pemda Cianjur siapa lagi, jika tidak sekarang kapan lagi ?. Jangan mau kalah dengan kabupaten lain dalam hal pengelolaan wisata pantai. Pertanyaannya, adakah Pemda Cianjur hari ini peduli akan pembangunan spot-spot wisata ini?, dan mampukah Cianjur bersaing dengan daerah lain dalam hal mengelola karunia alam kreasi Sang Pencipta ?. (Tim Ekspedisi)    

 

Pos terkait