Gila Ndro! Oknum Polisi Tabrak Putusan Inkrah, Lahan Warga di Bulukumba “Dicabuli”

Salah satu rumah yang berada di lahan sengketa

Newszonamerah.com- Miris, Sengketa lahan di desa Tanah Harapan yang di menangkan Cappo bin Mattahiyya dkk ‘Diperetelin’ Oknum Polisi dkk. Minggu (17/7/2022)

Dimana, Lahan yang dimenangkan Cappo bin Mattahiyya dkk, sampai sekarang di kuasai Salah satu oknum Polisi dkk.

Pasalnya, Putusan Mahkamah Agung dengan no 2142 K/PDT/2001 dan surat eksekusi dengan nomor 01/Eks/ 2006 / PN.Blk, yang di menangkan Cappo bin Mattahiyya dkk. Malah di penjara kan.

Bahkan para Oknum polisi dkk sudah berani Menjual Sebagian Tanah Tersebut dan diduga Bekerja sama dengan aparat pemerintah untuk menerbitkan sertifikat.

Menurut salah satu pembeli yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa kami membeli lahan tersebut atas ada sertifikat.

“Iya kami membeli dari Ismail, tapi sampai sekarang saya minta sertifikat asli nya belum di kasi dan Notaris pun belum ada informasi sudah hampir 2 tahun belum ada kabarnya” ujarnya.

Ditempat berbeda salah satu pembeli mengatakan saya beli di mertuanya oknum polisi yang di saksikan anaknya.

“Ia pak saya beli dari Dalon, mertuanya oknum, di PBB itu atas nama Kadir, sampai sekarang itu lahan belum ada hasilnya” singkatnya.

Sementara Cappo bin Mattahiyya dkk, mengatakan bahwa semua yang disebut itu tidak ada dalam putusan pengadilan Kami cuma 55 dan 2 orang juru bicara sementara di Sp2hp berjumlah 74.

“Jadi para penjual ini, tidak ada dalam putusan, tapi kami juga heran terkait semua ini, Baik penyidik di polres Bulukumba diduga kompak dan ada pembiaran” keluhnya

Ini lahan kami pernah laporkan di polres Bulukumba tetapi laporan kami tidak di gubris malah saya yang di penjara.

“Ia, kami pernah laporkan atas penyerobotan, tapi penyidik tidak pernah BAP saya hingga penyidik mengeluarkan Sp2hp dengan tidak cukup bukti, tetapi Kami heran, kalau saya di lapor, ko saya langsung di penjara, ada apa sebenarnya ? dengan terlapor dan penyidik, itu kan aneh” ungkapnya.

Ditempat yang sama Amiruddin ahli waris Samadan bin kaseng mengatakan kami juga melaporkan lahan tersebut tetapi tetap sama.

“Ia, kami melaporkan kemarin dan Sp2hp di keluarkan, laporan saya tidak memenuhi unsur (Tidak cukup bukti) dan kami serta saksi tidak pernah di periksa” ungkapnya

Sempat di pertemukan di ruang pola kantor bupati Bulukumba terkait permasalahan tanah sengketa lahan di desa tanah harapan sampai sekarang belum ada titik terang

” Ia kami di pertemukan di ruang pola kantor bupati dan pak bupati sudah memerintahkan kades tanah harapan untuk membagi bagikan ke pemenang di mahkamah agung, tapi sampai sekarang belum di laksanakan dan malah ada istri oknum polisi menjual lahan dan Mafia Tanah tersebut” imbuhnya.

Jadi Kami menduga bahwa adanya Oknum kades, camat dan oknum polisi dkk, terlibat, sehingga ada sertifikat di terbitkan.

“Ini kan aneh, kok bisa ada sertifikat terbit sementara lahan belum di bagi bagi” keluhannya

Jadi kami meminta Kapolda Sulsel dan Bupati Bulukumba untuk turun tangan menindak lanjuti sengketa lahan tersebut.

“Dimana lagi kami akan mengadu kalau bukan kepada bapak kapolda, siapa lagi yang menegakkan keadilan kalau bukan bapak Kapolda dan Bupati tolong kami masyarakat kecil” pintanya

Sementara dalam Penulusuran Tim Investigasi SEKAT RI, Muhammad Basri, menemukan beberapa Fakta di lapangan terkait penjualan lahan tersebut dan terkait Pelaporan Cappo bin Mattahiyya dkk pada tanggal 30 Agustus 2020.

“Kok aneh, nama nama penjual lahan ini tersebut tidak terdapat di putusan dan pada saat di laporkan di polres Bulukumba tidak ada yang di tahan malahan pemenang di mahkamah agung yang di tahan kan lucu ada apa sebenarnya polres Bulukumba ? ” ungkapnya.

Anehnya lagi! di putusan 55 dan 2 orang juru bicara sementara di Sp2hp berjumlah 74 orang.

“Jadi kami mendesak Kapolda Sulsel untuk segera memeriksa serta memanggil penyidik dan oknum yang terlibat di dalamnya dan mengambil alih kasus ini, jangan sampai citra polisi di Bulukumba tercoreng gara gara segelintir oknum” Tegasnya.

sampai berita ini dipublikasikan pihak terkait belum bisa ditemui

Bersambung…

(Tim)

Pos terkait