Harga Bawang dan Cabai Makin Pedas, Siapa Biang Kerok?

Cabai dan bawang merah/ foto Net

Newszonamerah.com – Harga sejumlah komoditas bahan pangan naik di tahun 2020, di antaranya cabai merah besar dan bawang merah besar.

Di wilayah DKI Jakarta, harga cabai merah besar pada tanggal 31 Desember 2019 mencapai Rp 40.000 per kilogram.

Bacaan Lainnya

Naik Rp 10.000 per kilogram dibandingkan pada tanggal 18 Desember 2019 yang mencapai Rp 30.000 per kilogram. 

Demikian berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Selain itu, harga bawang merah besar juga terpantau naik sebesar Rp 10.000 per kilogram.

Pada 31 Desember 2019, harga bawang merah besar mencapai Rp 45.000 per kilogram.

Sementara pada 18 Desember 2019, harga bawang merah besar masih diangka Rp 35.000 per kilogram.

Kemudian harga kacang tanah pada 31 Desember 2019 mencapai Rp 28.000 per kilogram.

Naik sebesar Rp 2.000 per kilogram dibandingkan tanggal 18 Desember 2019 senilai Rp 26.000 per kilogram.

Sedangkan harga telur ayam ras mengalami kenaikan Rp 2.000 per kilogram pada 31 Desember 2019 menjadi Rp 27.000 per kilogram dibandingkan pada 1 Desember 2019 senilai Rp 25.000 per kilogram.

Kenaikan harga cabai merah besar juga terjadi di sejumlah wilayah seperti di Jawa Timur, terutama di Surabaya.

Pada 31 Desember 2019, harga cabai merah besar keriting di Surabaya mencapai Rp 43.750 per kilogram.

Harga tersebut naik sebesar Rp 8.750 per kilogram dari tanggal 18 Desember 2019 senilai Rp 35.000.

Di sisi lain, pemerintah memastikan persediaan pangan di Indonesia menjelang tahun baru 2020 aman. 

Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo mengatakan, awal tahun 2020 persiapan ketahanan pangan pun diharapkan dapat terpenuhi. 

“Kita berharap ini langkah awal memasuki 2020 yang Insya Allah jauh lebih kuat lagi mempersiapkan kebutuhan masyarakat terutama dalam peak season,” ujar Syahrul seperti diberitakan Kompas.com, 25 Desember 2019. 

Lebih lanjut, Syahrul mengatakan, pemerintah tengah mengantisipasi ketersediaan pangan mengingat rentannya bencana alam karena perubahan cuaca.

“Kemarin El Nino keras membuat hasil panen kita sangat berkurang, tapi kita kerja Februari, Maret kita akan maksimalkan,” kata dia. 

Kendati demikian, bahan pokok merupakan salah satu komponen utama penyusun inflasi.

Harga yang diperoleh konsumen akhir tidak hanya tergantung pada tingkat kebutuhan akan komoditas tersebut

Melainkan juga dipengaruhi oleh pola distribusi komoditas tersebut hingga sampai di tangan konsumen.

Komponen terbesar penyusun inflasi bulanan maupun tahunan biasanya didorong oleh bahan makanan.

Pada Desember 2019, pos inflasi bahan makanan memiliki andil inflasi terbesar yakni 0,16 persen dari inflasi Desember yang mencapai 0,34 persen

Pos bahan makanan ini tersusun dari bahan pokok untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari seperti beras, telur ayam, daging ayam, daging sapi, bawang merah dan bawang putih, cabai merah, gula pasir hingga minyak goreng.

Beberapa komoditas yang mengalami inflasi tinggi bisa disebabkan karena rantai pasoknya.

Jika rantai pasok terlalu panjang maka harga yang diterima oleh konsumen semakin tinggi. Inefisiensi ini menyebabkan terjadinya inflasi yang sebenarnya tidak perlu.

Secara umum untuk sebuah komoditas dapat sampai ke tangan konsumen akhir biasanya berawal dari produsen kemudian ke distributor ke pedagang baru ke konsumen. Namun jalur ini dapat bercabang menjadi lebih panjang


(KC/RS)

Pos terkait