Hindari Pungli, DPRD Bekasi Minta Kadisdik Terbitkan Aturan Outing Class

SMPN 1 Bekasi

Newszonamerah.com  – DPRD Kota Bekasi mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi segera menerbitkan aturan outing class.

Hal ini dirasa sangat perlu, mengingat maraknya dugaan pungli di sekolah dengan alasan outing class.

Bacaan Lainnya

Begitu dikatakan Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi, seraya mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang menunggu penyelesaian kasus dugaan pungli di SMPN 1 Kota Bekasi dengan modus outing class.

“Komisi IV minta Kadisdik agar mengeluarkan aturan terkait outing class sehingga persoalan-persoalan outing ini tidak ada lagi dikemudian hari. Komisi IV tidak bisa diintervensi atau mengikuti agenda setting pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dari persoalan SMPN 1”, tegas Sardi kepada wartawan, Rabu (22/1/20).

Kepsek dan Kadisdik, lanjut Sardi, sudah menjelaskan secara gamblang di Komisi IV. Komisi IV akan tetap melakukan pengawasan penyelenggaraan pendidikan disemua SMP Negeri

“Outing class perlu didalami secara komprehensip dan jangan sampai issue sekolah menganggu proses pembelajaran dan tidak fokusnya para kepsek dalam memimpin sekolah. Ini dunia pendidikan harus selesaikan persoalan secara terdidik bukan diselesaikan dengan cara-cara yang tidak baik,” tegas politisi asal Fraksi PKS tersebut.

Sardi menegaskan akan lebih menekankan penyelesaian pada penegakan aturannya.

“Saya minta kepada Kadisdik waktu itu untuk segera membuat aturan soal program ekstra kulikuler seperti outing class dan lainnya. Jadi saya lebih mempertimbangkan penegakan aturanya dibanding soal teknis kasusnya,” tutupnya.

Seperti diberitakan, dugaan adanya praktek bisnis dengan kemasan Outing Class bagi siswa kelas VIII di SMPN 1 Kota Bekasi pada 15 Oktober 2019 lalu dengan tujuan ke Bandung diduga jadi ajang Komersial.

Pasalnya pihak sekolah memungut biaya Outing Class per siswa sebesar Rp 585 ribu. Namun pihak sekolah menyetor ke pihak Travel hanya Rp 485 ribu. Dan siswa kelas VIII yang ikut acara tersebut sejumlah 360 orang.

(Mulyadi)

Pos terkait