HMI: Kapolres Palopo Diduga Gagal Paham, Kapolri diminta Copot

HMI Palopo

Newszonamerah.com- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palopo melakukan Audiens dengan Kapolres Palopo, kamis 28/4/2022

Hal ini merupakan lanjutan dari aksi dua hari sebelumnya pada tanggal 25-26 April 2022 didepan Polres Palopo dimana Massa HMI Cabang Palopo menuntut kinerja Polri dan Jajarannya serta tindakan refresif aparat terhadap kader HMI.

Dari pertemuan tersebut menurut Jendral Lapangan Ardi Dekal pihaknya menyampaikan tiga poin tuntutan yakni mengutuk dan mengecam segala bentuk pelanggaran HAM yang di lakukan oleh institusi kepolisian dalam menangani massa aksi kader HMI

Mendesak Kapolri untuk segera menindak tegas dan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh aparat kepolisian yang terlibat dalam insiden.

Menolak lupa tindakan refresif Aparat Kepolisian Polres Palopo terhadap kader HMI cabang Palopo. Tegas dekal

Perwakilan Massa HMI meminta dari ketiga tuntutan tersebut agar Kapolres menerima tuntutan mereka serta membuat surat penerimaan tuntutan untuk di sampaikan ke Polri sebagai pemberitahuan penerimaan tuntutan, dan membuat serta menandatangani nota kesepahaman

“Sehingga dripada itu kami meminta kepada Kapolres untuk menerima tuntutan kami serta membuat surat penerimaan tuntutan untuk di sampaikan ke Polri sebagai pemberitahuan penerimaan tuntutan, dan membuat serta menandatangani nota kesepahaman antar Kapolres dengan HMI cabang Palopo terkait penanganan massa aksi kader HMI dengan sikap humanis serta tidak bertindak refresif terhadap kader juga penegakan hukum sesuai dengan Tagline Kapolri yakni presisi”.Jelasnya

Setelah perwakilan HMI menyampaikan tuntutannya kepada Kapolres Palopo dan mendengarkan penjelasan dari kapolres palopo perwakilan merasa kecewa dengan jawaban tersebut.

Pasalnya tuntutan HMI untuk membuat surat penerimaan tuntutan untuk di sampaikan ke Polri sebagai pemberitahuan penerimaan tuntutan, dan membuat serta menandatangani nota kesepahaman antara Kapolres dengan HMI cabang Palopo terkait penanganan massa aksi kader HMI tidak dapat disanggupi oleh Kapolres Palopo.

Menanggapi hal itu Formatur Ketua Umum HMI Cabang Palopo Muhammad Yunus Mengatakan bahwa kami hanya meminta Kapolres Palopo sebagai penyambung aspirasi kami ke Polri danKami juga tidak melihat ada aturan hukum atau dasar hukum yang tidak memperbolehkan Kapolres untuk melakukan persuratan ke kapolri

Selanjutnya yunus menerangkan bahwa tuntutan untuk membuat nota kesepahaman dengan HMI Cabang Palopo yang tidak dapat dilakukan oleh Kapolres Palopo jelas bertentangan dengan PERKA (Peraturan Kapolri) dengan Nomor 10 tahun 2006 tentang penyusunan Nota kesepahaman.

Olehnya itu Saya menganggap bahwa Kapolres “gagal paham” terkait permintaan kami untuk menyampaikan tuntutan kami dalam bentuk surat pemberitahuan dan membuat Nota kesepahaman dengan HMI cabang Palopo

“Kami menilai Kapolres tidak taat pada peraturan Kapolri sehingga kami meminta kepada Kapolri untuk mengevaluasi kinerja Kapolres Palopo serta mencopot kapolres palopo” kata yunus

“Selain itu kami akan melakukan aksi lanjutan dengan mendatangkan massa yang lebih banyak dari yang sebelumnya untuk menyuarakan tuntutan copot kapolres Palopo” tutup yunus

Hingga berita ini dimuat kami belum melakukan konfirmasi secara langsung kepihak Polres palopo terkait pernyataan Kapolres palopo yang tidak dapat memenuhi permintaan HMI cabang Palopo.

(TIM)

Pos terkait