Ironis, Maros Peraih Adipura, Sampah Malah Berserakan Dimana-mana

Sampah yang berserakan di bahu jalan Maros

Newszonamerah.com – Beberapa titik pembuangan sampah di Jalan poros Maros menuai sorotan warga

Ironisnya, sampah yang berserakan di bahu jalan tidak diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Maros

Bacaan Lainnya

Seperti halnya di samping SPBU Tambua menjadi tempat pembuangan sampah dan sampai sampah tersebut menumpuk dan berserakan belum diangkut sama sekali.

Melihat kondisi ini Ketua LSM Sorot Indonesia mengatakan bahwa Dinas Lingkungan Hidup harus mengambil tindakan agar sampah tersebut tidak menumpuk dan berserakan.

“Dinas Lingkungan Hidup harus mengambil tindakan segera sebelum sampah itu semakin menumpuk dan berserakan, Maros ini kan Kota Adipura masa iya sampah berserakan dimana-mana,” ujarnya, Minggu (29/11/2020)

Lanjut Ismar, kami menduga DLH acuh tak acuh pada beberapa titik di Maros yang sampahnya belum diangkut hingga saat ini, seperti di samping SPBU Tambua, di depan Balitjas, di depan pasar Pakalu, dan di Maros baru, apalagi sudah memasuki musim hujan.

“Dibeberapa titik memang sampahnya sudah menumpuk dan berserakan di badan jalan dan menimbulkan bau tak sedap, apalagi ini sudah memasuki musim hujan dan sampah-sampah ini bisa saja menjadi penyebab banjir di beberapa titik apabila tidak segera diangkut,” jelasnya.

Ismar juga menambahkan jika Kepala Dinas Lingkungan Hidup tidak bisa mengatasi persoalan sampah yang menumpuk dan berserakan dibeberapa titik sebaiknya mundur dari jabatannya.

“Jika Kadis DLH Maros tak bisa mengatasi persoalan sampah yang menumpuk dan berserakan dibeberapa titik di bahu jalan Maros, sebaiknya Kepala Dinas DLH mundur saja dari jabatannya,” tegas Ismar.

Dikonfirmasi Kadis DLH Maros melalui WhatsApp mengatakan, “Kalau disamping SPBU Tambua dan depan Balitjas, kami mau meletakkan kontainer sampah di sana karena masyarakat yang membuang sampah di tempat itu bukan hanya warga sekitar”

“Kendalanya tidak ada lahan yang cukup luas untuk menyimpan kontainer juga terkadang tidak ada warga yang mau ada kontainer sampah di sekitar rumahnya,” kata Frans Johan Kadis DLH

(Fajrin)

Pos terkait