Jalan Rusak Tanggung Jawab Siapa? Berikut Kajian Beserta Pasalnya

  • Whatsapp
Jalan Rusak Tanggung Jawab Siapa? Berikut Kajian Beserta Pasalnya
Gambar: Salahsatu Contoh jalan yang rusak parah.

Redaksi, Newszonamerah.com – Ada ketentuan pidana bagi penyelenggara jalan yang abai terhadap kerusakan jalan sesuai wewenangnya. Pasal 273 UU No.22/2009 menyebutkan “Setiap penyelenggara jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki jalan yang rusak yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, sehingga menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakan kendaraan dipidana kurungan paling lama 6 bulan atau denda maksimal Rp12 juta”.
Kemudian kalau sampai mengakibatkan luka berat, pelaku dipidana kurungan maksimal 1 tahun atau denda paling banyak Rp. 24 juta. Jika korban meninggal dunia, dapat dipidana penjara hingga 5 tahun atau denda paling banyak Rp120 juta. Sementara, jika penyelenggara jalan tidak memberi tanda atau rambu pada jalan rusak dan belum diperbaiki dapat dipidana kurungan penjara hingga 6 bulan atau denda bayar maksimal Rp1,5 juta.
Mengenai jalan rusak sudah diatur dalam Pasal 24 ayat 1 UU No. 22 Tahun 2009. Bahwa penyelenggara jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.
“Kemudian dijelaskan dalam ayat 2, kalau belum bisa diperbaiki segera, maka harus memberi tanda”
“Kalau jalan rusak tidak segera diperbaiki dan menimbulkan kecelakaan, maka akan ada sanksinya untuk penyelenggara jalan tersebut. Sanksinya yaitu dipidana dengan penjara paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp. 12 juta jika jalan rusak menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakan kendaraan dan/atau barang. Atau, jika menimbulkan korban luka berat dipidana paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp. 24 juta. Jika mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku dipidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp. 120 juta”. (LBN)

Pos terkait