Kades Pattiroang Disinyalir Pungut Biaya Potongan Jual Tanah Warga

Darman, warga Dusun Batuasang, Desa Sapanang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba

Newszonamerah.com – Kepala Desa Pattiroang, Kabupaten Bulukumba, diduga melakukan pungutan biaya potongan atas pembuatan surat jual beli tanah warga

Bahkan, dalam pembuatan surat keterangan jual beli tanah itu, Kades mengatakan, hal ini berdasarkan UU dan wajib mengeluarkan potongan 10 persen, atau satu persen

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan oleh Sodding (50) warga Dusun Batuasang, Desa Sapanang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang diterima media ini, Sabtu (14/3/2020)

Sodding orang tua Darman menyampaikan, permintaan biaya administrasi yang dilakukan oleh Kades Pattiroang tersebut, sangat disesalkannya atas permintaan biaya pemotongan persen itu

“Kami sangat menyesalkan mengapa ada biaya pemotongan persen administrasi untuk dibuatkan surat keterangan jual beli tanah itu” kata Sodding yang berprofesi petani tersebut

Senada dengan ini, anak dari Sodding yakni Darman bersama istirnya bernama Ramliah, dia juga mengakui bahwa setelah tanahnya terjual dengan harga Rp52 juta

Kata Kades tersebut bahwa itu sesuai UU, wajib mengeluarkan potongan 10 persen atau satu persen untuk pembuatan surat keterangan jual beli tanah itu

“Awalnya Kades minta Rp5 juta, namun suami saya (Darman) bermohon untuk diberi keringanan oleh Kades, hingga akhirnya permintaan saya dan suami dikabulkan dan diserahkanlah uang tersebut sebanyak Rp1,2 juta” kata Ramliah istri Darman

Adanya persoalan ini, kata Ramliah dirinya merasa keberatan, kemudian dia mencoba meminta petunjuk kepada Kadesnya yakni Desa Sapanang, Kabupaten Bulukumba

“Kalau di desa ini tak ada pungutan biaya administrasi pemotongan untuk pembuatan surat keterangan jual beli tanah seperti itu” ungkap Ramliah

Dikonfirmasi Kepala Desa Pattiroang, Ahmad, terkait atas pungutan administrasi untuk pembuatan surat keterangan jual beli tanah itu dia justru membantah soal adanya pungutan tersebut

“Yang diakui saat itu, hanya bantuan uang sumbangan yang diterima dari Darman, senilai Rp1,2 juta untuk bantuan pembangunan masjid” ujar Ahmad

Menanggapi tudingan permintaan uang Rp5 juta, tidaklah benar. Dia berkata hal itu untuk pembelian semen pembangunan masjid

“Jadi bantuan yang diberikan oleh Darman itu, digunakan untuk pembelian semen guna untuk pembangunan masjid di Dusun Bantalang” jelasnya

(Andi Bur)

Pos terkait