Kali Tercemar Timbulkan Bau Busuk, Limbah Pemotongan Ayam di Sarigaperi Usik Warga

Tempat Usaha pemotongan ayam yang mencemari lingkungan

Newszonamerah.com – Pencemaran kali di Sarigaperi Jatibening Baru Pondokgede Bekasi terus berlangsung

Pengusaha pemotongan ayam diduga telah menjadi penyebab pencemaran kali (sungai) tersebut.

Bacaan Lainnya

Akibat pencemaran limbah dari tempat usaha pemotongan ayam, kali tersebut kini terlihat jorok dan menimbulkan aroma busuk

Sudah berlangsung lama usaha pemotongan ayam tersebut diduga telah membuang air limbah pemotongan ayam ke kali yang mengalir ke perumahan padat penduduk.

“Mereka membuang air bercampur darah ayam ke kali,” kata warga sekitar yang enggan disebutkan indentitas kepada media ini, Senin (23/11/2020)

Dia mengungkapkan, pencemaran dan bau pastinya apalagi di musim pancaroba suhu panas di tambah lagi angin berhembus kencang

Keterangan foto : Kondisi kali yang tercemar air limbah pemotongan ayam

“Tidak dipungkiri keresahan warga terusik usaha tersebut,” bebernya

Usaha ayam potong di tempatnya bekerja hanya membuang air limbah bekas pemotongan ayam seperti jeroan atau bulunya lalu di kumpulkan dan di buang ketempat sampah.

“Air limbah pemotongan ayam saja, jeroan dan bulunya kami kumpulkan kemudian di buang ke tempat sampah,” ujar salah satu pekerja pemotongan ayam ketika dikonfirmasi

Dengan dibuangnya air limbah pemotongan ayam ke kali, tentu air di kawasan tersebut akan mungkin tercemar, mengingat kali di desa Sarigaperi sangat dekat dengan rumah – rumah penduduk

Bisa saja air yang sudah tercemar denga air limbah Bekasi pemotongan ayam tersebut meresap ke sumur-sumur warga dan di khawatirkan jika dikonsumsi mendatangkan suatu penyakit.

Terlebih ternyata ayam-ayam yang dipotong sebelumnya telah terinfeksi penyakit seperti Avian influenza (flu burung) dan Severe Acute Respiratory Syensrom (SARS) bisa saja sumur warga akan terkontaminasi.

Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 2 Tahun 2006 tentang baku mutu air limbah bagi kegiatan rumah pemotongan hewan (RPH).

Setiap penanggung jawab usaha/dan atau kegiatan RPH wajib melakukan pengelolaan air limbah sehingga mutu air limbah yang di buang atau di lepas kelingkungan tidak melampaui baku mutu air limbah RPH.

Kemudian pemilik RPH harus membuat sistem saluran air limbah, yang kedap air dan tertutup, agar tidak terjadi perembesan air limbah ke lingkungan, dan di lengkapi dengan alat penyaring untuk memudahkan pembersihan dan perawatan.

(Mulyadi)

Pos terkait