Kejari Paluta Diduga Tabrak Tujuan Jaksa Garda Desa?

  • Whatsapp
Kegiatan sosialisasi Anggaran Dana Desa Tahun 2021 dengan tema optimalisasi penggunaan Dana Desa

Newszonamerah.com – Masih ingat Jaksa Garda Desa.? Program Jaga Desa (Jaksa Garda Desa) merupakan salah satu program Kejaksaan RI di bidang intelijen

Program ini bertujuan untuk melakukan pencegahan khususnya dalam pengelolaan dana desa, yang diusung sejak tahun 2018

Bacaan Lainnya

Terbit Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama Antara Jaksa Agung Ri dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Jakarta pada 15 Maret 2018, lalu.

Dalam menindaklanjuti Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama tersebut. Kejaksaan mengemas dalam bentuk sebuah program yakni Jaga Desa (Jaksa Garda Desa).

Program Jaksa Garda Desa ibarat pepatah “Sedia payung sebelum hujan”, yang bertujuan untuk melakukan pengawalan, pengawasan, pendistribusian dan pemanfaatan Dana Desa

Tujuannya guna menjalankan pembangunan agar memperoleh manfaat yang maksimal dan tepat sasaran sesuai aturan.

Tetapi Program Jaksa Garda Desa ini sepertinya bertolak belakang dengan yang dilakukan oleh para oknum jaksa dari Kejari Padang Lawas Utara, Sumatera Utara.

Seperti yang terjadi pada acara kegiatan sosialisasi, pada Jumat (9/4/2021) yang lalu, berlokasi di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Portibi Paluta.

Di wilayah itu, berlangsung kegiatan sosialisasi dari Anggaran Dana Desa Tahun 2021 dengan tema optimalisasi penggunaan Dana Desa dalam menghindari penyelewengan dan perbuatan melawan hukum, dengan narasumber dari pihak Kejari Paluta.

Kegiatan ini diduga tidak sesuai aturan dan diduga ada perbuatan melawan hukum, ada kolaborasi oknum jaksa dengan pihak kecamatan?

Ketika acara berlangsung Ketua DPD JPKP Paluta Dewi Sartika Siregar, melakukan protes karena sosialisasi ini seharusnya diadakan di masing-masing desa bukan disetting dikumpulkan pada satu tempat.

“Namanya anggaran dana desa, dana ini milik desa dan pemberdayaannya harus di desa” tegasnya

“SOP apa yang dipakai pihak narasumber dari kejaksaan ini dan mana surat tugasnya, sebuah sosialisasi dalam hitungan jam bisa rampung sekitar 30 desa?” ucapnya

Masih lanjutnya lagi. Sangat miris ketika bapak Presiden Jokowi dengan nawacitanya membangun dari desa Menuju Indonesia Maju tapi pengelolaanya di Paluta ada indikasi amburadul begini.

“Kepada para kepala desa seluruh Paluta diharapakan bersatu dan jangan takut sama siapapun demi membangun desa” ujarnya mengakhiri.

Beberapa kepala desa yang kami ajak untuk wawancara terlihat takut dan hanya senyum

“Kami gak bisa berbuat apa apa ikuti sistim saja, ke acara ini saja untuk bayar transport cari pinjaman dulu kan tahu sendiri dana desa belum dicairkan” katanya lirih

Informasi yang dihimpun media ini, untuk kegiatan sosialisasi pemberdayaan desa ini, masing-masing desa menganggarkan Rp 4.500.000

(Abadi)

Pos terkait