Kinerja Kepsek SDN Tridayasakti 01 Patut Dipertanyakan

Kinerja Kepsek SDN Tridayasakti 01 Patut Dipertanyakan

Bekasi,( Newszonamerah.com) – Baik buruknya suatu sekolah ditentukan sejauh mana kepala sekolah itu menata dan memenejnya secara menyeluruh selaku top maneger untuk membawa sekolah itu ke tingkat keberhasilan yang diharapkan. Umumnya orang tua siswa akan mempertanyakan bila sekolah tempat anaknya menimba ilmu tidak menunjukkan keberhasilan yang membanggakan.

Sekolah inti yang tidak transparan

Hal itulah yang kita lihat dan saksikan di Sekolah Dasar Negeri Tridayasakti 01 , Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Sejak ditinggal Adam, kepala sekolah sebelumnya kian amburadul dan tidak transparan serta kasat mata terlihat kurang terawat. Kepala sekolah tidak pernah ada setiap survey ke situ. Pesan yang ditinggal pun tak pernah berhasil dalam rangka mempertanyakan kesiapan sekolah itu untuk KBM tatap muka serta anggaran covid yang sudah terpakai. 

Bacaan Lainnya

          Kepala Sekolah, Agam

             Kondisi sekolah tidak terawat

Setelah sekolah ini dari Adam ke Agam, kepala sekolah berikutnya banyak hal yang patut dipertanyakan terutama masalah perawatan sekolah. Dinding luar yang menghadap jalan dibiarkan rusak hingga terkelupas seakan sekokah ini tidak mendapat dana perawatan. 

Ketika dihubungi di rumahnya Kepala Sekolah Agam tidak ada pula. Namun warga sekitar mengatakan yang memimpin sekolah itu Ibu ibu. Entah ibu dari mana’.

   Bupati kita sudah tiada dipajang terus

Bupati kita dulu pak Eka telah meninggal, sekolah ini belum mengganti spanduk dengan bupati baru. Tidak jelas apa maksud Agam di sini. Sementara ibu ibu penggantinya, selembar kertas pun tak ada menunjukkan nama kepala sekokah  di SDN ini. Sama seperti riwayat SDN Tridayasakti 03 capek tamu keliling sekolah untuk menanya warga siapa ibu ibu yang memimpin SDN Tridayasakti 03, sebab rekapitulasi global yang ditandatangani kepsek tidak ada, juga rekap pernah kelas.

Makanya ada warga yang menyarankan untuk mengetahui siapa ibu ibu kepala sekolah tersebut coba  tanyakan ke Kepala Desa. Sebab di musim covid begini hampir semua Kepala Sekolah WFH atau rapat zoom meeting di Pemda. Sementara guru honorer dan penjaga sekolah umumnya rajin masuk kerja demi kepentingan anak didik.(GT/A.Purba…..)

Pos terkait