Kisah 3 Bocah Jenius, Lulus Kuliah Usia 11 Tahun

  • Whatsapp
Kisah 3 Bocah Jenius, Lulus Kuliah Usia 11 Tahun

Ket Foto : Tiga bocah jenius ini berhasil menyabet gelar sarjana dengan menyelesaikan kuliah di usia 11 tahun. 

Newszonamerah.com – Tiga bocah jenius ini masuk kategori orang termuda yang mendapat gelar sarjana di usia 11 tahun. Ketiganya disebut sudah menunjukkan tanda-tanda kecerdasan sejak masih bayi. Beberapa bahkan sudah mulai bisa berbicara sebelum usia 1 tahun. 

Bacaan Lainnya

Kesamaan ketiga anak ini, mereka menyelesaikan sekolah dasar dan menengah sebelum usia 9 tahun, ketika anak-anak pada umumnya masih duduk di sekolah dasar. Berikut profil tiga anak jenius yang selesai kuliah di usia 11 tahun. 

1. Michael Kearney 

Pria kelahiran 1984 ini memegang rekor dunia sebagai anak termuda yang menyelesaikan kuliah pada usia 11 tahun. Saat masih bayi, sebelum Michael Kearney bisa berjalan, dia sudah mulai menguasai bahasa Inggris.

Ia mengucapkan kata pertama di usia empat bulan. Orang tua Kearney memberinya sekolah privat di rumah. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di usia delapan tahun dan langsung mendaftar perguruan tinggi di University of South Alabama pada tahun 1992.

Dua tahun kemudian, pada usia 10 tahun, ia berhasil menyabet gelar Sarjana antropologi dan masuk ke Guinness Book of World Records sebagai lulusan universitas termuda. Ia mendapat dua gelar Master saat remaja dan menyelesaikan PhD di usia 20 tahunan. 

2. Nino Genio Laurent Simmons

Bocah lelaki berusia 11 tahun ini jadi orang termuda kedua yang berhasil menyelesaikan kuliah di usia belia. Ia dilaporkan telah memperoleh gelar dalam bidang Fisika hanya dalam sembilan bulan. 

Laurent, seorang bocah asal Belgia telah mengejutkan dunia dengan pencapaian terbarunya, yakni memperoleh gelar S1 dalam bidang Fisika hanya dalam sembilan bulan. 

Pada usia empat tahun ia masuk sekolah dasar dan diselesaikan dalam dua tahun. Sehingga, pada usia enam tahun ia menyelesaikan sekolah menengah, SMP dan SMA selama dua tahun. Pada usia sembilan tahun ia mengenyam pendidikan di bidang Teknik Elektro di Universitas TU Eindhoven di Belanda.

“Pendidikan seperti permainan baginya, ia tak perlu benar-benar belajar,” jelas ayah Simmons, Alexander. Awalnya, Pihak Universitas telah berjanji kepada orang tua bocah laki-laki itu, bahwa Laurent akan lulus sebelum ulang tahun yang ke 10. 

Tetapi ketika tiba saat kelulusannya, institut memutuskan untuk menundanya selama sembilan bulan. Alasannya yakni Laurent perlu mengembangkan beberapa keterampilan yang tidak mudah diberikan kepadanya, seperti kreativitas dan analisis kritis. 

Pihak Universitas juga memperingatkan bahwa tekanan yang mereka berikan pada siswa itu sangat berat untuk menyelesaikan gelar yang mestinya dijalani selama tiga tahun, hanya dalam sembilan bulan. 

Orang tua menarik Laurent keluar dari universitas dan membeberkan pihak universitas ke media Belgia. Sang ibu berkomentar bahwa rektor lembaga mengancam akan memanggil layanan sosial jika mereka menyampaikan keluhan kepada media.

Jika bukan karena insiden itu, Laurent akan memecahkan Rekor Guinness manusia termuda yang lulus dari jurusan tersebut. Hingga saat ini gelar tersebut disandang oleh Michael Kearney, lulusan Antropologi pada usia 10 tahun.

Selesai S1 dalam 9 Bulan hingga Sisi Kelam Seorang Jenius

Setelah mencari berbagai pilihan di berbagai negara, mereka memutuskan untuk tinggal di Belgia dan mendaftarkannya di University of Antwerp. Sesampainya di sana, butuh waktu kurang dari satu tahun untuk menyelesaikan akselerasi yang biasanya berlangsung tiga kali. 

Laurent lulus dengan rata-rata nilai sembilan dari sepuluh, dan dengan predikat Cum Laude. Orang tua menyebutkan bahwa putra mereka memiliki IQ 145 dan dapat berbicara tiga bahasa. 

Dikutip Entepreneur, bocah itu sudah berencana untuk melanjutkan studi S2 di universitas yang sama dan berencana untuk mengambil S3 di masa depan.  Meski sangat jenius, tapi di waktu senggang bocah ini masih sempat berjalan-jalan dengan anjingnya, bermain game dan Instagram. 

Laurent pun tak terlihat tertekan dengan pelajaran-pelajaran yang ia terima. Dalam wawancara, Laurent tampak percaya diri dan optimis untuk menggapai masa depan. Mempelajari kedokteran dan membuat organ buatan adalah salah satu tujuannya, seperti dikutip BBC.  

Bocah yang mengidolakan Nikola Tesla ini berencana mereset organ tubuh buatan agar bisa membuat tubuh buatan pengganti, seperti dikutip Sunday Vision. 

 3. Adragon De Mello 

Ia sempat memegang rekor dunia sebagai anak termuda yang mendapat gelar sarjana di usia 11 tahun. Pada tahun 1988, Adragon De Mello lulus dari University of California, Santa Cruz, dengan gelar matematika komputasi. 

Namun, ternyata ada kisah kelam di balik kesuksesannya itu. AD, nama panggilan Mello ternyata mendapat semua gelar itu di bawah tekanan sang ayah. Dalam wawancara dengan CBS, AD mengaku ayahnya kerap mendorongnya untuk belajar lebih keras usai pulang sekolah. 

“Aku hanya harus,” kata Adragon muda. “Dan jika ayah saya tidak mendorong saya terlalu keras, biasanya nilai saya tidak setinggi ketika dia mendorong saya lebih keras. Dia membuat saya mengerjakan soal kalkulus lima kali lipat, dan kemudian saya hafal.” Pada usia 3 tahun, ia diberi soal akar kuadrat dan pangkat tiga. 5, dia diterima di Mensa, sebuah masyarakat ber-IQ tinggi. 

Bangun di malam hari, dia merenungkan batas-batas alam semesta dan bermimpi membangun pesawat ruang angkasa. Pada usia 6 tahun, ia memberikan kuliah umum rumus matematika, astrofisika, dan elektromagnetik. 

Pada usia 8 tahun ia masuk universitas dan ayahnya bersikeras agar dia begadang untuk belajar. Ia pun memperoleh gelar sarjana dari Cabrillo College pada usia 10, kemudian mendaftar di University of California, Santa Cruz di jurusan matematika komputasi. Dia dengan cepat mempelajari sistem operasi Unix dan dua bahasa pemrograman. Ia pun lulus pada Juni 1988. “Jenius?…Saya kira tidak,” kata A.D. 

“Kemungkinan jika anak-anak lain yang berada dalam situasi yang sama mungkin mereka juga bisa melakukan hal yang sama. Dan – jadi saya tidak berpikir itu membuat saya jenius,” tuturnya dikutip Record Net. (CNNI/MC)

Pos terkait