Korsel Terus Berupaya Perbaiki Hubungan Meskipun Ada Ancaman Korut

  • Whatsapp
Korsel Terus Berupaya Perbaiki Hubungan Meskipun Ada Ancaman Korut


Korea Selatan, Senin (2/8), menyatakan akan tetap berusaha untuk meningkatkan hubungan dan memulai kembali pembicaraan dengan saingannya, Korea Utara, meskipun Pyongyang mengancam akan mengobarkan kembali permusuhan apabila Seoul mengadakan latihan militernya musim panasnya dengan AS.

Hari Minggu (1/8) malam, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang berpengaruh, memperingatkan bahwa latihan itu akan sangat merusak upaya memulihkan rasa saling percaya antara kedua Korea dan mengaburkan prospek bagi hubungan baik, jika latihan itu dilancarkan sesuai jadwal bulan ini. Pernyataannya menimbulkan pertanyaan mengenai ketulusan keputusan Korea Utara baru-baru ini untuk membuka kembali saluran komunikasi yang telah lama macet dengan Korea Selatan

Bacaan Lainnya

Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Senin (2/8), menyatakan bahwa waktu yang tepat, ukuran dan rincian lainnya mengenai latihan militer itu belum ditetapkan dan bahwa ada isu-isu yang harus diputuskan oleh pihak berwenang Korea Selatan dan AS. Juru bicara Boo Seung-Chan mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa Seoul dan Washington sedang mempelajari berbagai faktor seperti status pandemi sekarang ini, upaya-upaya diplomat untuk membendung ambisi nuklir Korea Utara dan kesiapan militer Korea Selatan-AS.

Lee Jong-joo, seorang juru bicara di Kementerian Unifikasi, mengatakan Seoul memandang pemulihan saluran komunikasi sebagai titik awal pemulihan hubungan yang telah lama tertunda antara kedua Korea.Ia mengatakan Seoul akan terus berupaya memulai kembali pembicaraan dengan Korea Utara, namun tanpa tergesa-gesa.

Korea Utara memandang latihan militer reguler antara Korea Selatan dan AS sebagai latihan untuk invasi dan kerap menanggapinya dengan uji coba senjatanya. Dalam beberapa tahun belakangan, Korea Selatan dan AS telah membatalkan atau mengurangi sebagian latihan mereka untuk mendukung diplomasi yang kini dorman untuk mengakhiri krisis nuklir Korea Utara atau karena pandemi COVID-19.

Hubungan antar-Korea berkembang setelah Korea Utara mendekati Korea Selatan dan AS pada tahun 2018 untuk melakukan pembicaraan mengenai program nuklirnya. Korea Utara kemudian memutuskan hubungan dengan Korea Selatan setelah diplomasi nuklirnya dengan AS macet pada tahun 2019.

Selasa lalu, kedua Korea memulihkan sambungan telepon dan faksimili mereka setelah jeda 13 bulan, menimbulkan harapan mengenai hubungan yang membaik antara kedua Korea. Tetapi beberapa pakar mengatakan Korea Utara hanya ingin menggunakan Korea Selatan untuk meyakinkan AS agar membuat konsesi sebelum dan ketika diplomasi nuklir Korea Utara-AS yang macet pada akhirnya dimulai kembali. [uh/ab]

 

 

 

 

 

Pos terkait