Kupu Kupu Malam Penggoda Dan Gentayangan di Prapatan Celeng Pamanukan

  • Whatsapp
Kupu Kupu Malam Penggoda Dan Gentayangan di Prapatan Celeng Pamanukan

Bacaan Lainnya

Subang,Newszonamerah.com

Dosakah yang dia kerjakan ,Sucikah mereka yang datang / Kadang dia tersenyum dalam tangis / Kadang dia menangis di dalam Senyuman

“Itulah sepenggal syair lagu yang sempat populer dan isunya hingga kini masih dan terus eksis, yang dinyanyikan oleh Sudarwati, yang populer dengan nama Titiek Puspa, mencipta dan menyanyikan lagu berjudul ‘Kupu-kupu Malam’ itu pada tahun 1976 lalu.

“Tak diketahui pasti siapa yang menciptakan istilah ‘Lagu Kupu-kupu Malam’ dan kapan istilah itu pertama kali dicetuskan. Hanya, menurut sastrawan Yapi Panda Abdiel Tambayong alias Remy Sylado, istilah itu merupakan sebuah perumpamaan saja.

Seperti halnya dikatakan oleh, Ajim warga Kampung Kengkeng Desa Rancasari Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang, Kepada Penulis Berita Radar Nusantara Com, ia mengatakan, “Keberadaan wanita malam itu seumpama kupu kupu malam yang beterbangan, di Prapatan Celeng Pamanukan  mereka beroperasi disekitar Depan Waterboom hingga ke Terminal di saat menunggu pria hidung belang ibaratnya seperti kica kica (kunang- kunang) di malam hari lantaran duduk dalam kegelapan malam sambil merokok, “Ungkapnya Selasa Malam, (14/9/2021) pukul 19:00 Wib.

Dia menambahkan, Mereka mulai beraksi terkadang di mulai sekitar 20:00 Wib hingga larut malam bahkan jumlahnya pun terkadang makin malam maka makin bertambah apalagi jika cuacanya Cerah ,”bebernya. 

“Jumlah kupu kupu malam di sekitar Prapatan Celeng Pamanukan  itu diperkirakan capai 30 (Tiga puluh) orang, dari yang asli hingga ada yang imitasi alias wanita palsu yaitu bencong, “paparnya sambil tertawa ditemani Sahabatnya di Warung Kopi.

Keberadaan mereka di Prapatan Celeng Pamanukan setahu saya sebetulnya adalah para pendatang bukan warga Pamanukan asli bahkan mereka itu selalu ada setiap malam walaupun terkadang saat tertentu mereka menghilang karena ada razia,”tandasnya. 

“Kemungkinan mereka memilih profesi tersebut bukan dikarenakan faktor untuk memuaskan hasrat atau kesenangan seks semata, tapi juga karena berbagai faktor, utamanya alasan Ekonomi,”Tuturnya.(Staff)

Pos terkait