‘Lemah’ Pengawasan Mafia Solar di Bulukumba Bebas dan Gentayangan di SPBU Palambarae

SPBU kirasa desa Palambarae

newszonamerah.com -Harapan pemerintah pusat dalam memberikan jaminan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat yang tersebar di seluruh penjuru nusantara, diduga akan mengalami kendala, khususnya di Kabupaten Bulukumba. Rabu (22/6/2022)

Pasalnya, BBM jenis Solar yang telah disubsidi pemerintah pusat melalui anggaran pendapatan belanja negara (APBN)

Diduga saat ini tengah dikuasai mafia minyak yang terus beroperasi di Desa Palambarae tanpa adanya pemantauan yang ketat oleh pihak terkait.

Seperti yang telah terjadi di salah satu SPBU yang beroperasi di daerah kirasa desa Palambarae, kecamatan Gantarang, kabupaten Bulukumba.

Dimana terang-terangan mengisi puluhan Jerigen dengan Solar bersubsidi, tanpa takut diciduk pihak kepolisian.

“Mobil carry pickup warna hitam yang kerap beroperasi di SPBU ini. Mereka tidak merasa takut “gentayangan” dan was-was akan diciduk polisi, malah dengan santai mengorder hingga seluruh cerigen yang ada sengaja disimpan dalam mobil, penuh oleh Solar bersubsidi,” ujar salah satu warga yang namanya tidak mau dipublikasikan.

Selaku masyarakat, pihaknya sangat menyayangkan terjadinya pengambilan Solar bersubsidi skala besar oleh mafia minyak di salah satu spbu yang beroperasi di daerah Butta Salewangan.

Sementara Tim Investigasi, Muh Darwis Mengatakan bahwa keberadaan UU Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas (Migas) yang notabene hadir untuk melindungi kebutuhan masyarakat dari aksi mafia minyak diduga tidak berjalan sesuai harapan.

“Aksi mafia minyak yang terang-terangan membeli Solar bersubsidi skala besar, membuktikan implementasi UU Migas, diduga tidak mampu direalisasikan oleh pihak yang berkompeten yang ada di lokasi SPBU tersebut,” tegas Darwis

Ini yang kita sayangkan, pihak mana yang sebenarnya berkomitmen dalam hal ini sebagai pengawasan bahan bakar minyak

“Karena aksi yang dilakukan mafia minyak tersebut, jelas-jelas telah melanggar aturan tentang UU Migas,” jelasnya.

Lanjut, apabila UU Migas telah direvisi maka pihak yang berkompeten seharusnya memberikan informasi kepada masyarakat bahwa salah satu bbm yang disubsidi pemerintah pusat yakni Solar, yang merupakan kebutuhan kalangan luas.

“apabila Solar dijual tidak melalui prosedur yang jelas, maka hal tersebut telah masuk kategori pelanggaran UU Migas,” paparnya

“Kami meminta pihak Pertamina dan polres Bulukumba yang berkompeten melakukan pengawasan yang ketat serta menindak tegas mafia minyak, yang keberadaannya telah merugikan masyarakat” ungkapnya

Solar merupakan salah satu kebutuhan masyarakat, oleh sebab itu, pihak terkait harus serius menyikapi keberadaan mafia minyak yang terus menyedot hak masyarakat akan kebutuhan BBM bersubsidi.

Sementara Wakapolres Bulukumba saat di konfirmasi Melalui whatppsnya mengatakan bahwa “Jangan sampai untuk komsumsi masyarakat untuk dijual kembali yg banyak saya lihat SPBU mini.cek saja sama SPBU nya. apa lagi kalaj jatah BLK. Nanti saya perintahkan anggota saya cek ” singkatnya

Sampai berita ini dipublikasikan pihak terkait belum bisa ditemui.

Bersambung..

(MBS)

Pos terkait