Manager EYG FC Soroti Panitia BSL Bantaeng yang Tak Profesional

Yudha manager Eyg. fc (Ujung kiri)

Newszonamerah.com – Ajang kompetisi sepak bola paling bergensi Bantaeng Super Liga (BSL) 2019 di Kabupaten Bantaeng sudah lama berakhir sejak Oktober 2019 lalu.

Namun sampai saat ini Panitia pelaksana yakni Asosiasi Kabupaten (ASKAB) PSSI Kabupaten Bantaeng belum mengumumkan empat Club sepak bola yang berlaga di BSL 2019 yang Terdegradasi (Penurunan status)

Bacaan Lainnya

BSL 2019 ini diikuti oleh 18 Club sepak bola di Kabupaten Bantaeng yang terbagi dari dua Grup (Grup. A dan Grup. B) dan ini BSL pertama di Bantaeng.

Yudha Manager Eremerasa Young Generation. FC mengatakan bahwa Empat Club sepak bola papan bawah di BSL masing-masing dua club dari Grup. A dan dua Club dari Grup. B. Rabu (8/1/2020)

“Itu harus didegradasi, namun Sampai tahun 2020 ini panita ASKAB PSSI Bantaeng belum mengumumkan club mana saja yang mendapat Degradasi (Penurunan) ke Devisi lebih rendah” ucapnya

Ini sangat kami sayangkan atas sikap panitia dari Askab PSSI Bantaeng yang terkesan tidak profesional dan tidak taat aturan (Regulasi) yang di berlakukan di Askab PSSI apalagi BSL adalah liga tertinggi cabang olah raga sepak bola di Kabupaten bantaeng.

“Tidak semua Club sepak Bola yang ada di Kab. Bantaeng itu bisa terdaftar di BSL namun semua punya kesempatan tentu dengan harus ada club di BSL yang terdegradasi dan sistem degradasi itu sudah tertuang dalam aturan di ASKAB PSSI Bantaeng” ungkapnya

Lanjut Yudha, kami menduga pihak panitia pelaksana dari ASKAB PSSI Bantaeng membangun konspirasi di luar,

“Karena sampai Januari 2020 ini panitia belum mengeluarkan pengumuman sebagai bentuk transparansi publik dan kami anggap panitia BSL 2019 itu Gagal dan KONI Bantaeng harus mengevaluasi kinerja pengurus ASKAB PSSI Bantaeng, sejak awal bergulir sampai berakhir BSL itu sudah mengalami banyak masalah” tambahnya

(DS)

Pos terkait