Memprihatinkan, Dengan Keterbatasan Ekonomi Suaebah Butuh Perhatian

  • Whatsapp
Memprihatinkan, Dengan Keterbatasan Ekonomi Suaebah Butuh Perhatian

Bacaan Lainnya

Kabupaten Bekasi, Newszonamerah.com

Lagi- lagi potret kemiskinan masih mewarnai negeri ini terlebih saat ini  degradasi ekonomi nasional akibat Pandemi Covid-19. Hal itu pun memaksa pemerintah untuk mengeluarkan sejumlah program bantuan guna mendongkrak ekonomi masyarakat.

Namun program bantuan tersebut tidak serta merta menyasar seluruh lapisan masyarakat bawah, masih banyak warga yang belum tersentuh dari program tersebut. 

Salah satunya seorang warga bernama Suaebah (33) tahun Kampung Pulo Tiga  RT.004/003 Desa Banjarsari Kecamatan Sukatani kondisi ekonomi dan tempat tinggal sangat memprihatinkan, Dengan keterbatasan ekonomi Suaebah mencoba bertahan hidup dengan kuli jualan kueh kondisi tempat tinggal sangat tidak layak huni dan hampir Ambruk.

Suaebah pun tak pernah mendapatkan bantuan apapun, padahal Pandemi Covid-19 ini Pemeritahan pusat melalui pemerintah daerah telah menganggarkan semisal Bantuan Kabupaten (BANKAB) Bantuan Gubernur (BANGUB) Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT DD) dan Lainnya.

Asep Domiri salah satu anggota keluarga membenarkan bila  Suaebah berserta suami Hermanto Abdulah sama sekali tidak pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Desa,” Saya miris melihat kondisi rumah yang tidak layak huni untuk di jadikan tempat tinggal nya, Untuk itu saya berharap kepada Dinas Terkait agar segera memberikan bantuan tempat tinggal yang layak untuk Suaebah.

Di sisi lain Yusuf Supriatna Ketua tim DPN Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Anti Mafia Peradilan dan Anti Korupsi Republik Indonesia (LSM-KAMPAK-RI) saat di mintai keterangan terkait potret kemiskinan warga Pulo Tiga mengatakan, ia merasa prihatin dengan kondisi Suaebah,” Padahal Pemerintah Desa Banjarsari dan Kecamatan Sukatani kenapa tidak mengambil langkah dan minta bantuan kepada pihak yang berwenang yang ada di Kabupaten Bekasi yaitu PJ Bupati Bekasi,” terangnya ketika bertandang ke kediaman Suaebah pada Sabtu. (25/09/2021).

” Terus peran serta Pemerintah Kecamatan dan Pemerintahan Pusat ataupun Daerah apa bagi warga Kampung Pulo Tiga ini,” Ucap Yusuf Supriatna sambil kesal.

” Ini sama sekali tidak ada upaya untuk mengusulkan ke Dinas terkait, Padahal jelas dalam Undang-Undang Dasar 45 disebutkan fakir miskin dan anak-anak terlantar dilindungi oleh Negara, selanjutnya dalam Pasal 27 ayat 2 menyatakan bahwa tiap tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi manusia,” Pungkasnya Yusup Supriatna.

Subur.

Pos terkait