Nasrul : Tiga Proses Jangka Waktu Menuju Poltekes Parimo. Jangka Pendek, Menengah Dan Panjang

  • Whatsapp
Nasrul : Tiga Proses Jangka Waktu Menuju Poltekes Parimo. Jangka Pendek, Menengah Dan Panjang

Bacaan Lainnya

Parigi Moutong,Newszonamerah.com

Direktur Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kementerian Kesehatan (Kememkes) RI Nasrul SKM MKes mendukung penuh terobosan Bupati Parigi Moutong untuk memberdayakan masyarakat melalui pendidikan kesehatan. 

Kata Nasrul, ada tiga proses jangka waktu yang akan ditempuh dalam pengembangan Politeknik Kesehatan di Parigi Moutong, yaitu proses jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. 

Untuk proses jangka pendek kata Nasrul, Poltekes Palu bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Rumah Sakit Raja Tombolotutu yaitu kegiatan praktek mahasiswa NARS atau mahasiswa yang telah menempuh Sarjana Tarapan, dan itu kata ia sudah berjalan dari Bulan Januari 2021.

Lanjut Nasrul, sangat dibutuhkankan kelengkapan dosen dan Kurikulum memadai. Untuk Kurikulum dan lainnya kata Nasrul, yaitu akte Analisis Laboratorium medik dengan beberapa program studi sesuai dengan Kebutuhan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. 

Lanjut Nasrul, untuk lokasi pembagunan Poltekes Kesehatan di Parigi Moutong sesuai hasil survei dilapangan, sangat memungkinkan karena diatas rata rata dua hektare. 

“Kami akan analisis tempatnya. Saya kira semua lokasi yang kami survei semuanya punya kelebihan masing masing,”Ucap Nasrul saat diwawancarai di Puncak Gunung dusun Ogolongkap Silabia Tinombo. Rabu (8/7/21).

Disamping itu kata Nasrul, yang harus menjadi pertimbangan adalah akses lokasi yang bisa dijangkau utamaya adanya perputaran ekonomi disekitar Kampus tersebut, dan dekat dengan pemukiman warga. Paling tidak kata ia bisa menguntungkan bagi masyarakat dan memudahkan mahasiswa itu sendiri. 

Sedangkan untuk sarana dan prasarana kata Nasrul, bisa disiapkan oleh Pemda Parigi Moutong bisa juga disiapkan oleh Poltekes Palu, yang utama adalah lahan. 

Lanjut Nasrul, Kementerian Kesehatan mendukung penuh terobosan Pemda tersebut, karena kata ia Parigi Moutong banyak wilayah terpencil, terluar dan wilayah perbatasan. 

Tambah Nasrul, untuk bagunan Poltekes bisa berdiri di Parigi Moutong dibutuhkan tahapan tahapan, dan masuk dalam skala jangka panjang. 

“Banyak tahapan yang dilalui seperti pembebasan lahan, sertifikat lahan, proses penyerahan. Setelah jelas lahannya sertifikat ada, maka diserahkan ke Kementerian untuk diusulkan dibangun Poltekes. Ini butuh waktu satu atau dua tahun kedepan,”Terangnya. 

Poltekes dibangun di Parigi Moutong kata Nasrul tidak berdiri sendiri akan tetapi Direktoratnya tetap di Palu program studi diluar domisili dan Kuliahnya bisa di Palu bisa juga di Parigi Moutong. 

Sumber: Diskominfo Parimo

Pos terkait