Oh, Yes…Enak Sekali Om

Ilustrasi (Sumber Foto Google)

Lelaki dengan tubuh sedikit gempal, mungkin dengan perut agak membulat dan otot sedikit menggelambir, entah kenapa kerap kali justru disukai gadis anak baru gede (ABG)

Hal yang tak jarang membuat lelaki lain heran, sekaligus mungkin sedikit iri, apalagi jika sudah menyangkut wanita seksi

Bacaan Lainnya

Menjalin hubungan dengan lelaki bertubuh gempal ala om-om rasannya Oh, Yes… Enak tentunya dan sangat diminati oleh para ABG

Meski pun tak bisa dipungkiri namun kenyataan kerap terjadi, hingga sampai saat kini masih senantiasa menjadi pembicaraan yang hangat

Nah, untuk menjawab hal itu setidaknya ada beberapa faktor utama kenapa para gadis ABG mau ‘gituan lalu dibayar’ sama om-om

1) Kebutuhan hidup

Kebanyakan dari ABG yang menjejaki profesi dengan mencari om-om sebagai targetnya beralasan bahwa mereka melakukan hal tersebut hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang kini semakin besar.

Terutama mereka yang bergaya hidup mewah sedangkan orang tua mereka tidak bisa memenuhi biaya sebesar gaya hidup yang mereka (ABG) jalani.

Dengan menggaet om-om, kebutuhan hidup mereka bisa terjamin, entah hanya sekedar berbelanja ataupun diberikan uang sesuai tarif dan kesepakatan yang terjalin.

2) Ingin terlihat glamour

Kebutuhan hidup para ABG ini lebih cenderung ingin tampil dengan glamour. Mereka ingin mengenakan pakaian mahal, ingin tampil modis dan mencolok.

Apapun kondisinya, mereka akan tetap berpenampilan glamour dan serba mewah. Untuk itu, mereka harus bekerja dengan menggoda om-om yang bisa menjadi pemenuh kebutuhan hidup serba mewah itu.

3) Tidak ingin ketinggalan zaman

Para gadis ABG pada umumnya memiliki sifat ingin ikut-ikutan. Mereka terbiasa bergaul dan saling menunjukkan sesuatu yang lebih dari yang lain.

Kadangkala banyak diantara mereka yang sering menceritakan pengalaman pribadinya yang dianggap lebih modern atau bisa dikatakan lebih gaul.

Karena faktor itulah kebanyakan ABG ingin mencoba mencari pengalaman agar tidak dikatakan ketinggalan zaman (modern), salah satunya dengan mencoba mendekati om-om.

4) Kurangnya perhatian dari orang tua

Beberapa gadis ABG yang menjalani profesi tersebut memiliki masalah pribadinya sendiri, bukan dari segi kebutuhan ekonomi saja.

Para ABG ini bisa dikatakan lemah dalam segi perhatian dari orang tua dan keluarga.

Mereka akan leluasa dan bebas keluar rumah dan mendekati om-om serta bersenang-senang karena tidak adanya perhatian dari keluarganya.

Jika keluarga memperhatikan dan membatasi tingkah laku ABG ini, maka mereka tidak akan bisa dengan gampang nongkrong ditempat-tempat gaul demi mencari mangsanya.

5) Keinginan untuk memiliki uang banyak

Namun jika dilihat dari kebanyakan ABG yang menjalani pekerjaan dengan melayani om-om ini, kebanyakan dari mereka memiliki alasan yang sama yaitu ingin menghasilkan uang yang banyak.

Entah dengan alasan uang dari orang tua yang tidak cukup, biaya hidup yang tinggi dan bermacam-macam alasan lainnya.

Mereka menjadikan pekerjaan ini sebagai sarana untuk mendapatkan uang yang banyak demi mencukupi uang jajan dan keperluan hidupnya.

6) Pergaulan Bebas

Bergaul adalah ciri-ciri ABG yang berprofesi melayani om-om. Mereka terbiasa bergaul dan berteman dengan bebas tanpa bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk.

Nongkrong setiap malam, berpacaran yang tidak sehat, dan tingkah laku serta istilah pergaulan bebas masa kini membuat ABG ini cenderung lebih mudah terjerumus dan tergoda mencoba mencari kesenangan dengan melayani om-om

7) Ingin mendapat kepuasan lebih

Selain alasan-alasan sebelumnya, ada juga beberapa ABG yang menikmati pekerjaannya bukan dari segi materi saja.

Beberapa diantaranya ada juga yang merasa melayani om-om berbeda sensasinya.

Mereka kadang beralasan merasa mendapat kepuasan lebih saat berkencan dengan om-om dibandingkan dengan sesama ABG lawan jenisnya.

8) Hanya sekedar mencari kesenangan

Para ABG yang biasanya melayani om-om hidung belang ini kadangkala tidak mementingkan imbalan saja.

Saat dimana mereka menemukan target yang dirasa cocok dengan mereka, mereka akan melayani target tersebut tanpa peduli imbalan sekalipun.

Tujuannya hanya untuk mencari kesenangan dan kenyamanan. Mereka merasa bisa melampiaskan keinginan mereka dan mendapatkan kesenangan dengan melayani target mereka tersebut.

Penulis : Muhammad Darwis
(Kepala Biro Zona Merah Sulsel)


Disclaimer : Kanal opini ini adalah media warga. Setiap opini menjadi tanggung jawab penulis

Pos terkait