Paradigma Gagal Vaksin Siswa Sekolah di Beutong, Diduga Diancam Oleh Orang Tua

Paradigma Gagal Vaksin Siswa Sekolah di Beutong, Diduga Diancam Oleh Orang Tua

 

Bacaan Lainnya

RADARISTANA.COM | Nagan Raya 

 – Paradigma bagi siswa-siswi di Sekolah-sekolah di Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya – Aceh, pengakuan  para siswa-siswi diduga dilarang oleh orang tuanya bahkan ada yang dilarang pulang ke rumah.

Pantauan langsung media RadarIstana.com dilokasi vaksinasi MTs Al-Kudus Desa Keude Seumot Kecamatan Beutong Nagan Raya mendapatkan berbagai sumber informasi baik dari pihak sekolah maupun wali murid serta siswa-siswi itu sendiri alasan menolak divaksin, Sabtu (25/9).

Untuk siswa-siswi yang divaksin hanya 1 (satu) orang bersedia, sementara lainnya menolak dengan alasan tidak dizinkan orang tuanya tanpa kejelasan yang jelas dari orang tua, begitu pengakuan dari para siswa-siswi yang diwawancarai awak media ini.

“Kami tidak bersedia divaksin karena tidak diizinkan orang tua kami dirumah, kalau kami mau divaksin nanti takut tidak dikasih pulang kerumah, kami nanti mau tinggal dimana? Makanya kami tidak mau divaksin,” ungkap para siswa-siswi.

Kepela Sekolah (Krpsek Mts Al-Kudus Keude Seumot Beutong Dra. Sofyati kepada awak media mengatakan, pihak sekolah sudah mengupayakan kepada 241 wali murid untuk mendampingi anak-anaknya untuk divaksin di sekolah pada hari Sabtu, tanggal 25 September 2021.

“Sebanyak 48 surat pemberitahuan kepada wali murid dikembalikan ke sekolah, 8 surat diantar langsung oleh wali murid dengan alasan anaknya yidak bisa divaksin karena mengidap penyakit tang tidak bisa divaksin, 40 surat dikembalikan siswa-siswi itu sendiri setelah ditulis keterangan oleh wali murid berbunyi “tidak setuju”, “tidak bersedia” divaksin serta dibubuhkan tanda tangan,” ujar mfD  mra. Sofyati.

Upaya pihak sekolah, lanjutnya sudah dilakukan semaksimal mungkin agar para orang tua memberi izin anaknya divaksin, tetapi pada kenyataannya hanya satu siswi yang bersedia divaksin.

“Kami berharap adanya suatu kebijakan khusus terkait vaksinasi bagi siswa-siswi serta dibutuhkan penyadaran bagi wali murid. Kami sangat berharap lingkungan sekolah terbebas dari penyebaran dan penularan pandemi Covid-19,” pintanya.

Salah seorang Wali Murid yang tidak tidak mau menyebut namanya di Sekolah mengatakan,  “Kalau vaksin dipaksakan kepada anak saya dan saya tidak setuju, dikeluarkan pun dari sekolah anak saya tidak apa-apa,” ucap wali murid tersebut.

Direktur FPRM, Nasruddin dalam persoalan tidak bersedia divaksin murid di Beutong Nagan Raya saat dimintai pendapatnya mengatakan, semua itu dipengaruhi oleh pengaruh propaganda dan edukasi negatif dimedia sosial (Medsos), terutama dari media Youtube misalnya.

“Kesadaran para masyarakat akan pentingnya vaksin guna mencegah penyebaran dan penularan pandemi Covid-19 masih sangat rendah, padahal vaksin yang diberikan adalah vaksin halal dan aman,” jelas Nasruddin.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum menyadari ganasnya serangan wabah Covid-19 yang dapat merenggut nyawa akibat menganggap sepele pencegahannya.

“Mari kita semua sadar terhadap kesehatan serta menyelamatkan banyak orang dari pandemi Covid-19, seh8ngga Negeri kita ini dapat terbebas dari   ini secepatnya,” ajaknya 

Pelaksanaan vaksinasi di MTs Al-Kudus Beutong oleh Tim Vaksin UPTD Puskesmas Beutong yang berhasil divaksin keseluruhan dari diswi, guru serta warga masyarakat yang datang untuk divaksin sebanyak 22 orang, pihak sekolah

Redaksi    : S Adi P

Pos terkait