Pelaksanaan Putusan Prapradilan, Polda dan Kejati Sulsel Saling ‘Lempar’ Tanggung Jawab

Arni Jonathan SH. saat jumpa pers di warkop Kedai Ayah UQ

Newszonamerah.com – Polda dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Sulsel) saling ‘melempar’ tanggung jawab dalam Pelaksanaan Putusan Prapradilan dengan Nomor 7/Pid.Pra/2022/PN, Makassar. Yang dimenangkan oleh pemohon Hamsul dengan termohon dalam hal ini Polda Sulsel.

Menurut Kuasa Hukum Hamsul, Muh Icshan SH. dkk menegaskan, tidak sepatutnya pernyataan yang terkesan saling lempar tanggung jawab tersebut disampaikan oleh dua institusi negara tersebut.

Yang dibutuhkan saat ini kata Muh Icshan SH. adalah kepastian hukum bagi Klein kami. Ini kan sudah ada putusan dari pengadilan negeri Makassar.

“Sebagai pihak yang turut mengadvokasi kasus ini saya mempertanyakan ada apa ? Sehingga kepolisian dan kejaksaan belum bisa mengeluarkan Hamsul dari tahanan Sejak Putusan di keluarkan 28 April 2022 ? ” Tanya dia. Saat jumpa pers di Warkop Kedai Ayah UQ. Jumat (6/5/2022)

Dan apabila memang petunjuk kepolisian tidak bisa dipenuhi, kejaksaan harus bisa memastikan hal itu sehingga kasus ini tidak terkesan menggantung tanpa ada kepastian hukum yang jelas.

Sementara Arni Jonathan SH.mengatakan, perkara pidana yang berbuntut pada adanya gugatan praperadilan kepada Polda Sulsel.

Sejak awal pihaknya sudah berapa kali bolak balik bertemu penyidik baik Kepolisian maupun Kejaksaan. Namun kasus tersebut tidak pernah tuntas.

“Saya melihat bahwa hak hukum Klein yang sejatinya menjadi tanggung jawab negara terkesan diabaikan. Kok malah jadinya seperti melawan institusi yang sebenarnya harus mewakili kepentingannya,” jelasnya

Sementara Kasubdit Dirkrimum Polda Sulsel saat di konfirmasi beberapa waktu lalu, mengatakan Bahwa keputusan PRA Peradilan yang mana di kabulkan permohonan dari lawyer Tersangka Hamsul, telah kami terima amar putusan nya.

“Yang namanya Putusan Hakim wajib untuk kami laksanakan, tetapi ada hal yg perlu saya jelaskan bahwa putusan tersebut atas perintah Hakim PRA Peradilan, tidak bisa kami laksanakan sesuai dengan perintah Hakim karena semua amar putusan tersebut sudah bukan kewenangan kami, Untuk itu di laksanakan” ujarnya. Minggu (1/4/2022)

“Karena kasus tersebut telah P21 dan telah Kami tahap 2 ke kejaksaan sehingga semua sudah kewenangan kejaksaan, tidak ada lagi kewenangan dari penyidik kepolisian untuk melaksanakan putusan tersebut.” Singkatnya

Terpisah Jaksa pengadilan Tinggi Sulsel, Bu Juliati mengatakan “Maaf terkait masalah kasusnya Hamsul tolong dihubungi Humas Kejati SulSel” singkatnya melalui whatspp.

Sekedar di ketahui Dalam pembacaan tuntutan hakim telah mengabulkan permohonan Praperadilan dengan petikan putusan nomor 7 /Pid .Pra /2022/PN .mksr.

Bahwa pemohon pada tanggal 12 april 2022 mengajukan permohonan praperadilan melawan polda sulsel /termohon praperadilan di pengadilan negeri makassar dengan perkara nomor : 7 /pid .pra/ 2022/PN .MKS

Dan telah di putuskan pada tanggal 28 April 2022 bahwa bunyi amar putusan pengadilan negeri makassar dengan perkara nomor 7 /pid .pra /2022 /PN mks sebagai berikut

1.mengabulkan permohonan praperadilan untuk seluruh nya

2.menyatakan menurut hukum penetapan status tersangka atas diri pemohon sejak 27 juli 2021 yang di tetapkan oleh termohon adalah tidak sah.

3.Menyatakan menurut hukum penetapan/perintah penahanan atas diri dari pemohon sejak tanggal 9 maret 2022 yang ditetapkan oleh termohon Praperadilan adalah tidak sah

  1. Memerintahkan kepada Termohon Praperadilan untuk mengeluarkan Pemohon dari Rumah Tahanan
  2. Memerintahkan Termohon Praperadilan untuk mengembalikkan hak-hak Pemohon berupa Rehabilitasi Nama Baik dan membuka kembali pemblokiran Rekening Nomor 7325324791 a.n Hamsul HS, SE/Pemohon pada Bank BCA Cabang Ratulangi Makassar.
  3. Memerintahkan Termohon Praperadilan untuk menerbitkan Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan (SP3) terhadap pemohon, Hamsul HS, SE.
  4. Membebankan kepada Termohon untuk membayar biaya perkara yang ditimbulkan dalam perkara ini sejumlah Nihil.

Sampai berita ini di publikasikan pihak terkait belum bisa di temui.

Bersambung….

(DS)

Pos terkait