Pengacara Terdakwa Rudi Samola Menuding Ada Rekayasa di Balik Kasus Kliennya

Pengacara Terdakwa Rudi Samola, H. Muhammad Fakhri Jawad, S.H, MM dan Muhammad Ali, SH

Newszonamerah.com – Pengacara terdakwa Rudi Samola menilai kasus dugaan pencabulan yang menjerat kliennya diduga “rekayasa” lantaran terkesan dipaksakan dan terdapat keganjilan dalam prosesnya.

Hal itu disampaikan H. Muhammad Fakhri Jawad, S.H, MM dan Muhammad Ali, SH, Rabu (5/2/2020) di Pengadilan Negeri Klas 1B Maros, Jalan Doktor Ratulangi No.58, Allepolea, Lau, Turikale, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan

Bacaan Lainnya

Dijelaskan oleh Muhammad Ali, SH, kejadian ini bermula pada 2017, dan dilaporkan serta divisum 2018, terdakwa dilimpahkan ke kejaksaan pada Desember 2019, lalu.

“Satu siswi yang dikatakan dicabuli terdakwa mencabut laporannya, dan turut bertanda tangan 3 siswi karena hasil visum menyatakan semua selaput darah korban utuh dan tidak pernah dicabuli terdakwa tetapi dipaksa mengakui, kecuali 1 siswi anak seorang perwira pertama” ujar Muhammad Ali kepada media ini ketika ditemui di Pengadilan Negeri Klas 1B Maros, Rabu (5/2/2020)

Anehnya, kata Ali, dalam persidangan saksi korban menerangkan dia dicabuli/disetubuhi terdakwa selama 3 jam dalam kelas dengan cara korban dipangku terdakwa sambil disetubuhi tanpa menjerit atau menangis (3 Jam disetubuhi) dihadapan murid sementara belajar?

Dan hebatnya lagi, sekali terdakwa bisa main selama 3 jam tanpa henti, apa tidak hancur itu kelamin? dalam BAP dia mengatakan 5 menit dicabuli/disetubuhi, dan menurut Visum ET-Revertum di keluarkan RSUD Salewangan Maros

“Terdapat luka lecet di kemaluan korban, luka lecet tersebut bukan karena jejak perbuatan cabul, tetapi karena garukan atau bekas CD, dan selaput darah hilang sebagian karena cacat bawaan” bebernya

BAP dokter ahli dibuat tanggal 21 Agustus 2019 dan dokter visum dalam persidangan tanggal 23 Januari 2020 juga membenarkan BAPnya bahwa tidak ada jejak pencabulan terhadap korban.

Dugaan rekayasa kasus karena terdakwa mengungkap penyelewengan dana BOS yang dilakukan oleh mantan Kepseknya inisial M sebagaimana terungkap dalam persidangan kalau terdakwa keberatan suami Kepsek masuk panitia pembangunan perpustakaan tahun anggaran 2010-2011 sementara dia bukan pegawai atau PNS

“Akibatnya terdakwa ditarik leher bajunya oleh suami kepsek, rumah dinas dicabut listriknya dan jualan istri terdakwa diobrak abrik, lebih lucu lagi terungkap di persidangan teman mengajar terdakwa mengaku dicabuli oleh terdakwa di depan kelas sementara siswa belajar (jumlah siswa 33 orang)” kata H. Muhammad Fakhri Jawad, S.H, MM dan Muhammad Ali, SH

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mona, ketika dikonfirmasi perihal kasus ini dia mengarahkan media ini ke Kasi Intel Kejari Maros. Namun, Kasi Intel yang ditemui ternyata lagi berada di luar kantor. Hingga berita ini selesai ditulis

(Darwis)

Pos terkait