Pilu! Siswi SD Makassar, Aisyah Rela Jadi Tulang Punggung Keluarga Demi Rawat Ibu

  • Whatsapp
Aisyah bersama Ibunya (Sumber foto : beritakotamakassar.com)

Newszonamerah.com – Sungguh pilu nasib yang dialami oleh bocah berusia 11 tahun bernama Aisyah

Kisahnya menggugah hati para warga setelah tersebar soal perjuangan merawat ibunya yang terbaring sakit

Bacaan Lainnya

Di usianya yang masih belia itu, Aisyah yang duduk di kelas V Sekolah Dasar ini harus merasakan kerasnya hidup.

Aisyah harus menjadi tulang punggung keluarga dan merawat orang tuanya

Setiap subuh, Aisyah berkeliling menjajakan donat dari lorong ke lorong untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya

Hidup di tengah keterbatasan ekonomi, Aisyah yang tinggal di Jl. Naja Dg Nai, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, berjuang merawat ibunya yang sakit selama 2 tahun

Bukan hal mudah bagi Aisyah membagi waktu untuk merawat ibunya Rosmiati yang tengah sakit sembari harus berjualan donat dan bersekolah

Tinggal di rumah kayu dengan kondisi yang memprihatinkan, Aisyah tak sendirian, ia bersama ibunya dan ditemani dua adiknya yang masih kecil, yakni Adam (5) dan Roni (2)

Aisyah sebenarnya bersaudara empat orang, namun satu adik laki-lakinya, Liyas (9) ikut ke bapaknya dan tinggal bersama neneknya.

Orang tua Aisyah, Rosmiati, sebelum jatuh sakit, dulunya bekerja di sebuah pabrik roti. Ketika hamil anak keempatnya, ia menderita sakit. Tangan dan kakinya berwarna hitam dan sebagian kulitnya telah melepuh.

Selama orangtuanya sakit, Aisyah mengambil peran menggantikan ibunya untuk mencari nafkah. Setiap subuh Aisyah berkeliling berjualan donat.

Donat yang diperoleh kata Aisyah dari seorang tetangganya. Dan hasil penjualan dari donat, terkadang ia mendapatkan Rp8.000 setiap harinya bahkan juga kurang

”Uangnya saya kasih ke ibu untuk beli makanan. Tapi biasa juga kurang kudapat. Kalau begitu, saya bilang ke ibu dan dia mengerti. Ibu bilang, ya sabar saja,” kata Aisyah seperti yang dilangsir beritakotamakassar.com

Meski ekonomi pas-pasan, Aisyah ternyata masih tetap bersekolah. Dia belajar online dari Handphone milik temannya

”Biasa teman-temanku yang pinjamika HPnya. Kalau pulangka dari jualan donat jam 10 setiap hari, saya belajarmi pakai HPnya temanku,” ujarnya.

Mendengarkan penuturan putri sulungnya itu, Rosmiati tak mampu menahan sedih. Ketika ditanya suaminya kini dimana, dia hanya mengatakan, sudah pergi.

“Dia pergi dan meninggalkan kami saat saya sakit,” kata Ros dengan penuh haru

Rumah yang ditinggali Rosmiati bersama anak-anaknya merupakan peninggalan orangtua. Ada kurang lebih 10 kepala keluarga yang bermukim di rumah ini.

Di bagian bawah dan atas telah dibuat berpetak-petak. Saudara Ros lainnya tak ada yang tinggal di rumah tersebut. Mereka mengontrak di tempat lain.

Keterangan foto : Aisyah dapat bantuan Hp (Sumber foto : facebook Mismaya Alkhaerat)

Teranyar, melalui akun facebook Mismaya Alkhaerat memposting tentang perkembangan Aisyah dan Ibunya

“Kemarin Aisyah telah mendapatkan Handphone untuk dipakai belajar Daring …(Terimakasih kk Alita Karen Labobar  bersama rekan rekan FPMP) dan seluruh yang telah membantu dan mendoakan Aisyah” tulisnya

Masih dipostingan Mismaya dia mengatakan, selama ini Aisyah sepulang menjual jika ada tugas dari Sekolah dia menumpang di HP temannya

“Semoga apa yang dia dapatkan hari ini bisa digunakan sebaik baiknya sekalian Aisyah lebih tenang sambil menjaga ibunya di RS  sekarang” terangnya

Kendati demikian, pemerintah kota, Provinsi, Dinas sosial, organisasi kemasyarakatan lainnya peka memperhatikan akan derita Aisyah dan orangtuanya

Diharapkan Aisyah dan Ibunya Ros terlepas dari derita sakit termasuk tempat yang ditinggalinya agar mendapatkan bantuan rumah layak huni

(Is)

Pos terkait