Polemik Pasar Sukamulya Masih Belum Jelas, Pihak Kontraktor Segel Pasar Tersebut Komunis BUC Kena Telor Salah Sasaran.

  • Whatsapp
Polemik Pasar Sukamulya Masih Belum Jelas, Pihak Kontraktor Segel Pasar Tersebut Komunis BUC Kena Telor Salah Sasaran.

Bacaan Lainnya

Cipongkor, Bandung barat_Newszonamerah.com

Polemik pasar sukamulya masih belum jelas, pihak pemerintah Desa yang baru tidak mau bertanggung jawab atas pembayaran ke pihak kontraktor, padahal menurut keterangan selama 2 tahun dari beres pasar tersebut di kelola pemerintahan desa dan mengambil restribusi yang di ambil dari para pedagang dan tempat parkir dan masuk PAD. 

Menurut sumber yang di dapatkan dari pedagang pasar bahwa mereka membayar pungutan retribusi dan sewa kios pasar tersebut, secara rutin sehingga merasa bingung juga apabila ada penyegelan Pasar tempat mengais rizki, dan berharap ada penyelesaian dari pihal pemerintah desa sukamulya sehingga mereka bisa nyaman berniaga di pasar jum’at.

Yang terjadi dilapangan bahwa kios tersebut sudah di jual belikan, yang awal di  jual sewa kepada pedagang dengan nilai 500,000 dan dilapangan para pedagang juga melakukan jual beli sewa lokasi kepada pedagang lainnya dikala yang sewa beli tidak jualan lagi sehingga terjadi pindah tangan pemakainya.

Saat di temui team dari pihak kontraktor Agus dadang hermawan hari Jum’at 30/07/2021 kepada patroli.com menjelaskan kronologis penyegelan pasar sukamulya. 

“Untuk kronologis pasar hari Kamis 29/07/2021 kita melakukan penyegelan pasar karena sudah 2 bulan lebih kita melaksanakan pertemuan dari awal kita melakukan pertemuan dengan kepala desa sukamulya yaitu Bapak cecep,” tuturnya

“Waktu itu kita melakukan yang pertama mediasi, antara mantan kades yang lama yaitu Bapak anton dengan kades sekarang yaitu pak cecep, namun tidak ada titik temu untuk ada bisa penyelesaian pasar dari pihak kades yang baru,” paparnya

Yang ahirnya, Lanjut ia, 

di kembalikan untuk masalah pembayaran pasar tersebut kepada pa anton yaitu mantan kepala desa yang lama, karena menurut kepala desa yang baru, bahwa bangunan pasar tersebut tidak menjadi tanggung jawab kepala desa saat ini, karena pembangunan pasar desa tersebut merupakan menurut kepala desa saat ini, itu belum ada penganggaran waktu pembangunan nya di desa sukamulya,” terangnya

“Sehingga itu bukan merupakan sebuah tanggung jawab pemerintah Desa saat ini, namun beranggapan dari hal lain menurut pa haji anton bahwa, dia berbuat dan membangun itu adalah untuk sarana dan prasarana masyarakat untuk berusaha di pasar tersebut, anggap itu sebagai pasilitas umum, yang memang bangunannya ada dan memang sudah di pergunakan oleh pemerintah atau oleh masyarakat di wilayah desa sukamulya untuk giat ekonomi disana,” jelasnya

“Namun berjalannya waktu dengan beberapa alasan agrumen baik dari pak anton mantan kades dan juga dari kepala desa saat ini, Sama-sama disini tidak ada jalan keluar untuk permasalahan pasar, yang memang di bangun oleh salah satu kontraktor yaitu pak naga amid  pardamaian waktu itu yang mengerjakan pasar tersebut dan sampai saat saat ini belum di bayar serupiah pun atas pembangunan pasar tersebut oleh pak anton,” kata agus

“Sehingga pak amid perdamaian selama 2 tahun ini sudah bersabar untuk dapat menyelesaikan untuk mendapatkan pembayaran, karena pasar tersebut sudah jelas ada buktinya di pergunakan oleh masyarakat menjadi sumber giat ekonomi dan jelas ada kontribusi terhadap desa melalui retribusi yang di ambil dari para pedagang dan tempat parkir disana, itu jelas masuk ke kas Desa sukamulya,” tutur agus

“Dan itupun lanjut agus, sudah berjalan selama kurang lebih 2 tahun setelah pembangunan dan pembangunan pasar tersebut memang tidak seluruhnya, ada sekitar 240 Los yang dibangun oleh pihak pengembang pak naga amid pardamaian pada saat itu,” paparnya

Lanjut agus, Sampai saat ini kontraktor sendiri masih berharap untuk bisa mendapatkan bayaran, nagih kepada pak anton  atau menanyakan juga sudah seperti apa dan sudah tidak berdaya untuk menyelesaikan dan dari pihak kontraktor itu sendiri itu harus mengambil sebuah hal, berkonsultasi dengan LBH, sehingga harus ambil tindakan, nah beliau pun menyerahkan segala sesuatunya melalui pengacara pak Dede untuk bisa mendampingi secara hukum permasalahan pasar,” ucapnya

“Setelah itu pihak kontraktor melakukan penyegelan pasar, agar kiranya ada perhatian dari pemerintah Desa sukamulya, Karena kita tau sedikit banyaknya tentu ada pemasukan untuk desa sukamulya,” Imbuhnya. 

Pihak kontraktor dan komunitas BUC tidak ada hubungan sama pihak kontraktor tapi menurut laporan kena imbas dari kegiatan penyegelan pasar oleh pihak kontraktor.. 

“Harapan kami tentunya bisa di selesaikan secara baik dari pihak pemerintah Desa sukamulya namun ada hal yang kami juga dapatkan bahwa setelah adanya penyegelan tersebut, maka ada imbas yang sebetulnya tidak ada hubungannya, pihak kami atau pihak Naga amid perdamaian dengan Baraya orang cipongkor (BUC),” Jelasnya

“Bescamnya BUC tadi malam ada telor, perusakan tempat BUC padahal kami tidak ada hubungan apa-apa, kami adalah pihak kontraktor sementara BUC itu adalah sebuah komunitas yang ada di wilayah tersebut, jadi ini sesuatu hal yang memang perlu kita sikapi bersama, bahwa ada telor yang dilakukan oleh oknum tertentu yang membuat telor ke BUC sendiri,” tuturnya. 

“Sekali lagi saya sampaikan di sini bahwa pihak Naga amid pardamaian selalu kontraktor yang membangun pasar ini adalah meminta pertanggungjawaban kepada pihak pemerintah Desa sukamulya, terlepas seperti apa tentu kami, tidak mau di rugikan selalu kontraktor, tetapi dalam hal ini kami dapat juga informasi dan kami lihat di lapangan komunitas BUC dengan kami tidak ada hubungan apa-apa dengan eksekusi pasar,” tandasnya

“Tapi ko kenapa BUC mendapatkan telor, membuat sebuah hal yang kurang kondusif di lapangan, ya mangga untuk pihak BUC untuk bisa melakukan pelaporan atau apa kalau toh tidak nyaman merasa terganggu, merasa di telor tentu ada jalur hukum yang bisa di tempuh oleh BUC itu sendiri, dan Bukti-bukti telornya ada, foto-foto di sampaikan kepada kami juga, jadi kami sekali lagi pihah Naga amid pardamaian selaku kontraktor tidak ada hubungannya dengan pihak komunitas BUC, karena kami sudah jelas memberikan no kontak kami supaya berkomunikasi dengan kami, supaya ada jalan yang terbaik,” pungkasnya. 

Reporter: Asep cahyana

Pos terkait