Praktik Bisnis “Lendir” Online Berkedok Salon di Bulukumba Tak Tersentuh Aparat

  • Whatsapp
Ilustrasi

Newszonamerah.com – Banyak cara yang bisa dilakukan oleh para Pekerja Seks Komersial (PSK) untuk menjajakan diri.

Salah satunya mereka memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk mendapatkan pria-pria hidung belang

Bacaan Lainnya

Di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, para PSK ini menggunakan media sosial seperti MiChat Lite

Melalui MiChat Lite, para PSK itu berani memajang foto syur. Setelah itu, pelanggan yang tertarik bisa langsung berkomunikasi.

Berdasarkan penelusuran media ini, Rabu (25/3/2020) harga para PSK itu juga bervariasi, mula dari harga Rp 250.000 hingga Rp 700.000, untuk sekali kencan.

Bahkan, di aplikasi MiChat Lite tersebut, mereka memajang status, “Yang serius aja, yang mau massage, refleksi chat” silakan hubungi nomor HP ini

Penelusuran pun terus dilakukan, teranyar, nomor handphone yang dihubungi, kasus prostitusi berkedok Salon Kecantikan ini akhirnya pun terkuak

Salah satu narasumber media ini mengatakan, adapun alamat Salon Kecantikan itu berada di Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan

Pria berinisia RS (35) menyebutkan, para PSK ini menawarkan room sebagai tempat transaksi “lendir” di dalam Salon tersebut

“Harganya langsung dipatok dan tidak terjadi tawar menawar lagi. Ada yang patok sampai Rp250.000, dan Rp 700.000, dengan harga ini sudah termasuk biaya sewa kamar/room” ujarnya

Salon ini kata RS juga menyediakan pijat full body sebagai salah satu servis lainnya, hal itu dilakukan guna untuk memanjakan para tamu atau pelanggan-pelanggannya

Tak hanya itu, mereka juga meyakinkan pelanggannya bahwa tempat ini tidak bakal digerebek oleh petugas karena tempat ini sangatlah aman dari razia

“Kalau sudah sampai di lokasi mereka langsung menunjukkan room” jelasnya

Meski begitu, RS berujar bahwa prostitusi di tempat salon ini, tidak seperti pada tempat-tempat panti pijat dan refleksi lainnya.

“Jadi saya rasa penikmatnya banyak karena sangat privasi” bebernya

Ditempat terpisah, salah satu pekerja yang berhasil dimintai keterangannya, mengatakan, bahwa memang dirinya bekerja di salon itu.

“Saya melayani pijat serta plus-plus kalau ada yang membutuhkan” kata pekerja salon itu, inisial IR (21)

Kendati demikian, pihak aparat dan petugas di Wilayah Kabupaten Bulukumba, diminta untuk segera melakukan razia. Pasalnya, salon ini menyediakan layanan plus-plus secara online

(Arsyad/RD)

Pos terkait