Proses Hukum Tersangka UU ITE Diduga Tarik Ulur Di Meja Hijaukan

  • Whatsapp
Proses Hukum Tersangka UU ITE Diduga Tarik Ulur Di Meja Hijaukan

Bacaan Lainnya

Takalar, Newszonamerah.com

Kasus penyebaran berita bohong dan atau pencemaran nama baik beberapa waktu lalu terjadi di Kabupaten Takalar, yang dilakukan Lk. Helmi Irawan, S.Pd. M.Si., (32) tahun melalui pemberitaan di akun Blogspot pribadi terhadap seorang Lk Baharuddin, S.Sos. M.Si., (46) tahun atas dugaan tindak pidana UU ITE.

Berawal di bulan Februari 2021 oleh Lk Baharuddin, S.Sos. M.Si., (46) tahun diketahui mantan Camat Polongbankeng Selatan Kabupaten Takalar mengadukan Lk. Helmi Irawan, S.Pd. M.Si., (32) tahun warga Desa Moncongkomba Kabupaten Takalar ke Polres Takalar atas penyebaran berita bohong dan atau pencemaran nama baik melalui media sosial.

Selanjutnya oleh penyidik Polres Takalar, di bulan April 2021, akhirnya menindak lanjuti pengaduan dalam bentuk laporan resmi melalui proses penyelidikan dan penyidikan atas terlapor Helmi Irawan, S.Pd. M.Si., (32) tahun yang ditetapkan sebagai tersangka pada bulan Mei 2021.

Hal ini diungkapkan Baharuddin, S.Sos M.Si., sebagai pelapor bersama keluarga saat ditemui beberapa waktu lalu oleh awak media memberikan informasi terkait Laporan Polisi Nomor: 52/IV/2021/ SPKT, tanggal 27 April 2021 atas tindak pidana UU ITE.

Menurut Baharuddin, S.Sos. M.Si., sebagai pelapor menyampaikan, bahwa dirinya mengapresiasi kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus UU ITE atas penyebaran berita bohong dan atau pencemaran nama baik yang dialaminya.

Namun, sejak ditetapkan sebagai tersangka di bulan Mei 2021 sampai saat ini Helmi Irawan, S.Pd. M.Si., (32) tahun, oleh penyidik Polres Takalar belum juga memberikan kepastian hukum melalui pihak Kejaksaan Negeri Takalar yang “Diduga Tarik Ulur” untuk disidangkan di Pengadilan Negeri Takalar.

Helmi Irawan, S.Pd. M.Si., (32) tahun yang ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Takalar atas tindak pidana UU Informasi Teknologi Elektronik (UU ITE) atas Pasal 45 A ayat (2) Jo. Pasal 28 ayat (2) dan atau Pasal 45 ayat (3) Jo. Pasal 27 ayat (3) dan UU RI Nomor 19 tahun 2016, perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008.

Baharuddin, S.Sos. M.Si. sebagai pelapor berterima kasih dan mengapresiasi kinerja kepolisian serta berharap sebagai institusi penegak hukum, untuk dapat mengungkap kebenaran dan rasa keadilan bagi masyarakat, demi terwujud penegakan hukum bermartabat di NKRI.

Sementara itu, AKP Harjoko, SH., saat dihubungi melalui akun whatsappnya, membenarkan kasus tersebut dan yang bersangkutan terlapor ditetapkan sebagai tersangka atas tindak pidana Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE), Selasa (27/7/2021).

Dirinya menyampaikan, bahwa berkas perkara atas kasus ini beberapa waktu lalu telah dilakukan gelar perkara di Ruang penyidik reskrim Polda Sulsel dan telah P19 dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Takalar.

Menurutnya, atas petunjuk Kejaksaan Negeri Takakar menyerahkan kembali kepada pihak penyidik untuk melengkapi berkas perkara, agar kelengkapan berkas dapat disidangkan di Pengadilan Negeri Takalar, “Iya …saat ini penyidik akan melakukan pemeriksaan saksi ahli pidana sesuai gelar perkara”, tutur Kasat reskrim Polres Takalar.

Kasat Reskrim AKP Harjoko, SH., menambahkan, bahwa pihak penyidik sementara melengkapi berkas dengan melakukan kembali gelar perkara di Polda Sulsel, melalui pemeriksaan ahli pidana reskrim Polda Sulsel, “Sudah ada saksi ahli yaitu, ahli ITE, ahli bahasa dan ada petunjuk untuk melakukan pemeriksaan saksi ahli pidana”, ungkap AKP Harjoko, SH., melalui akun whatsappnya.

(Rahmat H.)

Pos terkait