Reses, Hehanusa Prioritaskan Program Pemberdayaan Ekonomi Di Kalangan Generasi Muda

Reses, Hehanusa Prioritaskan Program Pemberdayaan Ekonomi Di Kalangan Generasi Muda


AMBON – Newszonamerah.com.
Di masa reses sidang II, Anggota DPRD Maluku, Hatta Hehanussa berkunjung ke empat desa, yaitu Hualoy, Tumalehu-Kairatu, Huamual belakang dan Kecamatan Taniwel.

Bacaan Lainnya

Salah satu menjadi prioritas dalam masa reses tersebut, yaitu Hehanusa menggalakan program pemberdayaan ekonomi di kalangan generasi muda.

Untuk itu, saat menjalankan agenda resesnya, anggota Fraksi Partai Gerindra asal daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) itu mengumpulkan anak-anak muda dalam acara “Bacarita Usaha Anak Muda”.

“Ini sangat urgent, karena dalam kondisi pandemi Covid-19 yang melanda saat ini, banyak generasi muda yang hari ini mencoba untuk membangun kreativitas inovasi mereka, namun secara terbatas dengan kondisi mereka yang ada. Contohnya, tukang ojek karena memang tidak ada pilihan lain,” ungkap Hehanusa kepada wartawan di kantor Gunernur, Senin (21/09/2021).

Menurutnya, Kabupaten SBB memiliki potensi sumber daya alam, yang bisa digali dan dikembangkan oleh generasi muda, baik di sektor pertanian, perikanan maupun potensi usaha lain.

“Hal seperti ini harus didiskusikan, agar generasi muda bisa melahirkan inovasi-inovasi kreatif terkait potensi yang ada di lingkungan mereka, agar bisa mengembangkan kreativitas usaha untuk dijadikan suatu produk yang bisa dipasarkan,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Maluku ini.

Hehanussa mencotohkan, untuk produk-produk lokal seperti usaha kripik pisang, yang dijual di kapal feri, itu hanya dikemas dalam tas plastik biasa. Nah, ini tentunya tidak menjamin.

“Makanya, kita akan mengajari mereka merubah pola pikir. Mungkin awalnya kemasannya biasa saja, kita buat kemasan khusus. Dan ini akan dibantu lewat aspirasi kita,” ucapnya.

Hal lainnya, ungkap Hehanusa ada banyak peserta anak muda yang diikutsertakan dalam ketrampilan BLK, telah memiliki pengetahuan ketrampilan pada beberapa bidang seperti menjahit, perbengkelan, cukur rambut, maupun mebel tetapi setelah selesai dan kembali ke masyarakat mereka tidak bisa menggalakan kegiatan usaha.

“Hal ini bisa terjadi karena mereka terkendala dengan modal awal. Untuk itu kita akan dorong pihak dinas terkait untuk membantu bahkan akan berkordinasi dengan pihak asuransi terkait jaminan modal yang bisa diajukan ke perbankan,” tukasnya.

Bukan hanya itu, Hehanussa juga mengapresiasi kelompok-kelompok pertanian yang berada di lingkungan seperti di Kilo 9 dan Kilo 12. Di sana ada usaha pertanian yang diprakarsai anak muda, seperti selada, dan juga beberapa kegiatan pertanian lainnya.

“Ini perlu kita dorong mereka, agar bagaimana bisa menembus pasar di Kota Ambon. Jadi tidak sekedar melayani pasar Gemba saja. Ini memang potensi yang sangat besar, karena lahan disini masih sangat luas,” ungkapnya.

Untuk itu, dirinya akan mencari dukungan sumber bantuan permodalan, untuk pengembangan Dalam reses itu juga diberikan bantuan berupa kursi dan tenda, mesin jahit, dan berbagi sembako,” pungkasnya.

Pos terkait