Saat Masa PPKM Darurat Tekan Rupiah ke Rp14.532 per Dolar AS

  • Whatsapp
Saat Masa PPKM Darurat Tekan Rupiah ke Rp14.532 per Dolar AS

 

Bacaan Lainnya

Newszonamerah.com – Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.532 per dolar AS pada Jumat (2/7) sore. Posisi ini melemah 0,21 persen dari Rp14.502 pada Rabu (30/6) sore.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.564 per dolar AS atau menguat tipis dari Rp14.539 per dolar AS pada perdagangan hari sebelumnya

Rupiah melemah bersama peso Filipina yang turun 0,2 persen, rupee India turun 0,35 persen, ringgit Malaysia turun 0,13 persen, dolar Singapura turun 0,17 persen, dolar Taiwan turun 0,38 persen, won Korea turun 0,18 persen, yuan China turun 0,17 persen, baht Thailand turun 0,48 persen, won Korea turun 0,18 persen, dan yuan China turun 0,11 persen Sementara, Yen Jepang menguat 0,06 persen.

Senada, mata uang utama negara juga bergerak melemah terhadap dolar. Poundsterling Inggris melemah 0,06 persen, dolar Australia melemah 0,13 persen, franc Swiss melemah 0,06 persen. Sementara, dolar Kanada menguat 0,06 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar sedang menunggu rilis data tenaga kerja AS. Rencananya, data itu akan dirilis malam nanti.

“Pasar menghindari taruhan besar menjelang rilis data ketenagakerjaan AS yang penting yang dapat mempengaruhi sikap hawkish The Fed baru-baru ini terhadap kebijakan moneter,” ungkap Ibrahim dalam keterangan resmi.

Dari internal, rupiah dipengaruhi oleh kebijakan 

readyviewed

 PPKM darurat yang diterapkan pada 3 Juli-20 Juli 2021. PPKM darurat dilakukan di Pulau Jawa dan Bali.

“Pemerintah sudah tahu bahwa dalam penerapan PPKM darurat akan ada yang dirugikan terutama pertumbuhan ekonomi, namun pemerintah sudah mengambil langkah strategis dengan mementingkan kesehatan masyarakat,” ucap Ibrahim.

Menurut Ibrahim, ekonomi kuartal III 2021 berpotensi kontraksi di level 2 persen sampai 4 persen. Namun, PPKM darurat perlu dilakukan demi menurunkan kasus penularan covid-19.

“Jika PPKM darurat efektif menekan kasus baru, maka dampak pembatasan mobilitas ke pertumbuhan ekonomi dapat dimitigasi,” pungkas Ibrahim. (cnnindonesia.com)

Pos terkait