SDN Sukamulya 03 Mengerikan, Mirip Kandang Kuda

SDN Sukamulya 03 Mengerikan, Mirip Kandang Kuda

Bekasi,( Newszonamerah.com) – Patut kita pertanyakan bila ada sekolah milik negara yang mengerikan, bahkan mirip kandang kuda di desa pedalaman sana. Ini pertanda kurangnya perhatian Dinas Terkait yang bertanggung jawab untuk itu. 

Masyarakat sekitar juga penuh tanya, terutama orang tua siswa, khususnya yang menyekolahkan anaknya di sekolah yang rusak parah itu. Sangkin parahnya mirip kandang kuda, namun masih difungsikan. Berdoalah kita agar saat belajar anak tidak datang angin puting  beliung kayak di Depok, bila ambruk bisa jadi lain ceritanya.

Bacaan Lainnya
Syamsudin, Plt SDN Sukamulya 03

Kondisi yang mengerikan itulah yang terjadi di SDN Sukamulya 03 Sukatani, Bekasi, Jawa Barat, yang dipimpin Plt, Syamsudin. 

Beliau masih baru di sini pak, kami mohon agar sekolah ini diperbaiki agar jangan terganggu mengajar dan kalau ambruk takut menimpa anak dan guru, ujar Endang pengajar kelas 3 sembari menunjuk plafon yang rusak.

Kondisi parah masih digunakan


Saat ditemui di kantornya untuk mempertanyakan kenapa ruang kelas yang tiga itu masih digunakan walau sudah parah sekali, sang Kepala Sekolah, Syamsudin tidak ada di tempat. Beliau guru yang paling sibuk di Bekasi, sebab saat ini juga masih menjabat kepala sekolah SDN Sukamulya 05 dan membina TK Kencana. Pak Syamsudin juga kepala TK Kencana ini pak, ujar stafnya di TK Kencana itu.

     Syamsudin, Kepala TK Kencana


Ketika ditemui di TK Kencana, Syamsudin pimpinan TK ini juga tidak ada di tempat. Lihat saja ke kantor Korwil dekat Polsek Sukatani bang, ujar warga di situ, namun saat ke kantor Korwil, Syamudin juga tidak ada. Akhirnya kami titip pesan agar Korwil Sukatani tahu bahwa bangunan SD itu jangan difungsikan dulu sebelum perbaikan, kata G. Sitanggang Ketua LSM KMPI dari Bandung. 
Banyak pihak berharap agar Bupati turun langsung demi perbaikan sekokah itu juga agar eksistensi kepala sekolah diperjelas berikut jabatan yang disandang, jangan megang banyak dua SD dan satu TK Negeri, namun terlantar. Korwil juga agar segera bertindak agar potensi anak ditimpa bangunan bisa kita hindari, ujar Sitanggang. (Purba……)

Pos terkait