Simpang Siur Terjawab! Barang Titipan “Nebeng” di Mobil Bantuan Sembako

Ilustrasi, barang titipan ikut di mobil sembako
Ilustrasi, barang titipan ikut di mobil sembako

Newszonamerah.com – Simpang siurnya informasi terkait  penahanan mobil bantuan sembako yang terjadi di Kecamatan Seko, Desa Embonatana, Dusun Lambiri, kini menemukan titik terang

Pasalnya, memang terjadi penahanan mobil pengangkut sembako selama 1 malam di Palandoang untuk menunggu pihak penyalur menunjuk barang bantuan sosial.

Bacaan Lainnya

Tertahannya mobil pengangkut sembako karena adanya barang yang bukan merupakan sembako ikut terangkut dalam mobil

Hal inilah yang menadasari petugas posko menahan mobil tersebut.

Setelah mobil ditahan di Posko. Petugas posko menghubingi pemerintah kecamatan

Kemudian pemerintah kecamatan melakukan konfirmasi kepada penyalur bantuan untuk mengetahui berapa banyak jumlah bansos dan berapapa jumlah armada yang mengangkut bansos tersebut

Setelah itu pihak penyalur menyampaikan bahwa bansos yang terkirim sebanyak 3,7 Ton dan diangkut 3 unit mobil

Namun kenyataan di lapangan terdapat 8 unit mobil yang mengangkut bantuan sosial dalam bentuk sembako tersebut.

Menurut Kapospol Seko Frengki menerangkan bahwa petugas posko tidak berani menahan bantuan sosial tanpa adanya dasar

“Karena bantuan sosial nerupakan hak bagi masyarakat” jelasnya, Sabtu (16/5/2020)

Adapun tertahannya 8 unit mobil yang mengangkut bantuan sembako di posko bukan karena petugas posko sengaja ingin menghalangi

“Namun karena melihat adanya keganjalan dalam muatannya” kata dia

“Kami mengetahui bahwa hanya 3 unit mobil yang harusnya mengangkut barang bantuan sosial itu namun di lapangan kami menemukan ada 8 unit mobil yang mengangkut” ungkapnya

“Olehnya itu, kami menahan mobil tersebut hingga penyalur bantuan sosial datang ke lokasi untuk memperlihatkan barangnya.”

“Setalah kami melakukan pemeriksaan ternyata 8 unit mobil tersebut bukan hanya mengangkut bantuan sosial namun juga mengangkut barang titipan pedagang serta BBM” terangnya

Penyalur bantuan juga tidak mengetahui bahwa yang akan membawa barang tersebut sebanyak 8 unit mobil

Dari kejadian ini pemerintah kecamatan mengambil inisiatif agar barang bantuan sembako yang diangkut oleh 8 unit mobil

Sembako tersebut langsung dipindahkan ke mobil yang sudah disiapkan pemerintah kecamatan

Kemudian diangkut ke gudang penyimpanan yan berada di Dusun Eno Timur, Desa Padangbalua, Kecamatan Seko.

Sedangkan untuk barang titipan, pemerintah kecamatan menginformasikan kepada pemilik agar menjemput barangnya di posko

Sementara BBM diambil alih oleh pemerintah kecamatan dengan tetap membayar harga grosir normal kepada pemilik BBM

Kemudian disalurkan secara merata kepada tiap tiap desa yang berada di Kecamatan Seko sesuai harga grosir normalnya

Langkah tersebut diambil oleh pemerintah Kecamatan Seko untuk menghindari terjadinya penimbunan dan kenaikan harga BBM

Frengki menjelaskan kenapa mobil 8 unit tersebut tidak dibiarkan masuk ketempat tujuan

“Karena dikhawatirkan masyarakat menjadi panik selain itu untuk mencegah penyebaran covid-19 di wilayah Seko” terangnya

(Ono)

Pos terkait