Siswa Kelas III 01 SMPN 1 Batang Diabaikan, Bu Guru Dinilai Terlalu Kejam

Kelas III 01 lagi kosong saat dipantau media ini

Newszonamerah.com – Sikap guru bahasa inggris SMPN 1 Batang, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, Sulawsel Selatan, dinilai terlalu kejam kepada siswa-siswinya

Pasalnya, Ibu guru Syamsuhaeri Syarif, memberi ganjaran dengan “ogah” masuk di kelas III 01 mengajar, dengan berdalih, bahwa dirinya merasa kurang dihargai oleh siswa saat sedang memberikan materi pelajaran.

Bacaan Lainnya

Konon kabarnya, Syamsuhaeri sudah kurang lebih satu bulan tidak memberikan mata pelajaran bahasa inggris terhadap siswa siswinya, lantaran pernah dibuat merasa tersinggung oleh anak didiknya itu sendiri, disaat sedang mengajar di kelas tersebut.

Menurut beberapa siswa kelas III 01 ketika dikonfirmasi oleh media ini menyebutkan, bahwa kronologis awal kejadian guru bahasa Inggrisnya itu hanya soal ketersinggungan

Dia merasa tersinggung dan ogah lagi masuk mengajar di kelas III 01, hanya persoalan ada diantara kami bertanya jam berapa pergantian jam mata pelajaran.

“Bu Syamsuhaeri merasa tersinggung ketika diantara kami kesesama teman bertanya jam berapa pergantian jam pelajaran hal itu yang didengarnya sehingga marah merasa dirinya diusir keluar dan merasa kurang dihargai”. kata beberapa siswa tersebut, ke media ini.

Selanjutnya diwaktu yang sama, Syamsuhaeri yang hendak ditemui dikonfirmasi oleh Media ini, lagi tidak ada di ruang kerjanya.

Rekan guru SMPN 1 Batang

Menurut beberapa temannya, Bu Syamsuhaeri sudah pulang. Namun ketika dipertanyakan terkait kasus tersebut, diantara teman gurunya ada yang menjelaskan

Bahwa sebenarnya anak anak disuruh membuat surat pernyataan maaf dan tidak akan mengulangi lagi pada hal perbuatan yang sama.

“Setahu saya Bu Syamsuhaeri tidak masuk mengajar di kelas III 01 akhir akhir ini lantaran pernah merasa tersinggung ketika itu dia saat mengajar dan ada diantara anak anak bertanya jam berapa pergantian jam pelajaran” ucap salah satu guru teman kerjanya. Jumat, (28/2/2020)

Namun keterangan yang dipaparkan oleh rekan guru tersebut, dibantah oleh anak anak. Menurut anak anak, ketika itu gurunya lagi ke kelas sebelah menegurnya yang tengah ribut dan setelah balik masuk ke kelas

Gurunya bertanya kalian lagi bahas apa? Lalu ada yang jawab lagi nanya pergantian jam pelajaran Bu.

“Ketika mendengar pertanyaan pergantian jam mata pelajaran, Bu Syamsuhaeri langsung tersinggung menganggap kami sudah bosan dengan mata pelajarannya padahal kami siswa tidak ada maksud seperti itu” ungkap sang siswa tersebut

Sekaitan dengan itu, diduga adanya pembiaran yang disinyalir dilakukan oleh pihak sekolah tersebut, sengga siswa siswi kelas III 01 sudah kurang lebih satu bulan atau sudah 12 kali pertemuan tidak pernah menerima sajian mata pelajaran bahasa inggris dari gurunya.

Atas tindakan Syamsuhaeri memberikan sanksi yang dinilai kejam dan tidak jelas kepada siswa kelas III 01, dapat mengundang kekecewaan warga masyarakat, pada khususnya sejumlah orangtua siswa.

Kepala SMPN 1 Batang, Sudirman yang juga ingin ditemui dimintai tanggapannya pada Jumat (28/2/2020), lagi tidak ada di ruang kerjanya.

Menurut salah satu rekan guru bawahannya, Kepsek sedang keluar menjemput pulang dari sekolah anaknya.

(Hamzah Sila)

Pos terkait