Tambang Batu Diduga Ilegal,Pihak Penegak Hukum Diminta Bertindak

Tambang Batu Diduga Ilegal,Pihak Penegak Hukum Diminta Bertindak

 

Bacaan Lainnya

Batam,Radar istana

–  Terkait munculnya pemberitaan dari beberapa media tentang tambang batu ilegal di hutan lindung daerah Mangsang kecamatan Sai Beduk, pelaku usaha yang sempat disebut-sebut dalam pemberitaan insial IS saat ditemui mengatakan bahwa dia bekerja baru dua minggu. Sementara dalam pemberitaan dikabarkan sudah bekerja 2 tahun.

IS mengatakan, “berita yang di naikan oleh beberapa media tidak benar, dan saya ingin klarifikasi dan melakukan hak jawab terkait pemberitaan tersebut”, katanya.

Dijelaskan IS, “pekerjaan tambang batu yang sudah 2 tahun itu bukan kami, karena kami belum bekerja, pada saat ini kami hanya memperbaiki jalan yang diminta masyarakat. Setelah jalan selesai di perbaiki barulah kami akan bekerja”, ucapnya.

Hasil pantauan tim di lokasi daerah Mangsang, banyak terlihat lokasi-lokasi tambang batu diduga Ilegal. Dan para pelaku usaha tambang di lokasi-lokasi tersebut sudah tidak ada lagi di tempat, namun masih tampak alat berat Beko atau Eskapator (Breaker) pemecah batu di beberapa lokasi.

Salah seorang sesepuh dan mantan RW di lokasi tersebut Mariono mengatakan, “tambang batu di lokasi ini sudah dilakukan sejak tahun 1997, ketika itu hanya tambang rakyat secara manual tanpa alat berat. Itulah hasil pencarian warga disini dan hampir seluruh kota Batam batunya dari sini”, kata Mariono.

Lanjutnya, “sejak 3 tahun belakangan memang mulai masuk pengusaha, dan selama ini aman-aman saja. Tidak ada keributan, kalaupun ada KPHL atau Ditpam hanya sekedar masuk dan keluar lagi, tidak pernah menyetop pekerjaan selama ini”, jelasnya.

Ketua RT yang saat ada dilokasi juga mengatakan, “sebagai RT dari dulu tentang tambang batu, semua pengusaha masuk tidak ada yang koordinasi dengan saya. Kecuali tambang rakyat, itu kan warga disini. Kalau pelaku usaha yang diberitakan sebelumnya oleh beberapa media, benar baru bekerja lebih kurang 2 minggu, dan mereka telah membantu perbaiakan jalan warga termasuk jalan yang akan digunakan mereka nantinya. Mereka ada  berkoordinasi dengan saya, dan sesuai permintaan warga untuk memperbaiki jalan dan parit, itulah yang baru dikerjakannya selama 2 minggu ini”, tuturnya.

Mariono dan ketua RT juga menjelaskan bahwa lahan yang dijadikan tambang batu tidak semuanya berlokasi diluar Hutan Lindung. “Lokasi ini diluar hutan lindung, itu batasnya hingga ke atas”, kata Mariono menunjuk patok yang di pasang instansi terkait.

Dari sumber yang dapat di percaya, titahnews.com juga mendapat rekaman pembicaraan adanya upeti kepada oknum KPHL, bahkan saat awak media keluar dari lokasi melihat ada mobil Ditpam BP Batam masuk lokasi. Ditanya kepada salah seorang penduduk mengatakan, “ditpam memang sering masuk mas, hampir setiap hari”, ungkap warga yang tidak mau di tulis namannya.

Kepala Kesatuan Pengelola Hutan Lindung (KPHL) unit II Batam Lamhot Sinaga dikomfirmasi via Whatsapp mengatakan, “kalau pastinya kita belum tau pak, yg berada di HL ada dua, kalau ada jual2 nama Instansi kita mohon komfirmasi pak siapa namanya dan orangnya biar gak salah”, katanya.

Menjawab pertanyaan awak media selanjutnya, “baik, ini akan saya kejar, krn nyebut2 nama saya dan dia hrs buktikan apa yg dia katakan, sebentar lg anggota saya akan turun kesana mhn dikonfirmasi apa yg dia maksud itu ada diantaranya”, ujarnya.

Beberapa saat kemudian dikatakan lagi, “saya sdh cross check ke anggota saya tdk ada yg berbuat sperti yg disebut dlm rekaman, ini hrs dipertanggung jawabkan”, kata Lamhot Sinaga menekan kepada awak madia titahnews.com saat komfirmasi kejelasan informasi didapat dari Narasumber.

Mengakhiri pembicaraan di WA “kalau tdk ada ini hrs dipertanggung jawabkan, kalau ternyata ada saya akan tindak anggota saya”, kata Lamhot Sinaga.  (Tim)

Pos terkait