Tambang ‘Ilegal’ di Bulukumba Semakin Ganas dan Bebas, APH Tutup Mata

Dumk truk dan alat berat yang ada di kelurahan Kalumeme

newszonamerah.com- Diduga adanya pembiaran Tambang Liar kian hari tidak terbendung dan terkesan bebas di Kabupaten Bulukumba. Senin (6/6/2022)

Keberanian Penambang pun terlihat semakin nekat dengan mulai melakukan aktivitas pertambangan yang nyaris menyentuh bibir jalan poros antar kabupaten.

Salah satu lokasi tambang yang diduga kuat tanpa ijin (aktivitas tambang ilegal) terjadi di kelurahan Kalumeme, kecamatan ujung Bulu Kabupaten Bulukumba.

Nampak dengan penuh kepercayaan diri terus mengeruk pasir yang ada di kelurahan Kalumeme dengan menggunakan mesin Pompa dan alat berat

Tanpa memperhatikan dampak yang bisa saja timbul akibat aktivitas ilegal tersebut.

Walaupun galian c ini di jalankan secara ‘Ilegal’ namun praktik terus berjalan tanpa gangguan, diduga adanya Oknum aparat dibalik Penambang.

Tidak adanya upaya Aparat Penegak hukum (APH) secara tegas, juga menjadi celah bagi penambang liar berbuat sesuka hati.

Apalagi turut terendus, ada oknum aparat yang seharusnya menindak, justru kabarnya malah main mata, dan diduga turut bermain didalamnya demi meraup keuntungan pribadi.

Menurut salah Satu Warga mengatakan bahwa kami sangat resah adanya aktivitas tambang ‘Ilegal’ Apalagi Menggunakan Mesin Pompa, seharusnya Aparat penegak hukum (APH) turun tangan untuk menangkap para penambang ilegal.

Akibat tambang ‘ilegal’ ini jalan rusak dan debu-debu beterbangan, serta merusak lahan di sekitarnya.

“Walaupun ‘Ilegal’ tapi gak ada yang berani ganggu, lancar aja semua. Penegak Hukum pun kayaknya tutup mata aja, Apalagi Jarak tambang ilegal dari kantor polisi tidak terlalu jauh, ini kan aneh “ungkap salah seorang warga.

Sementara Tim Investigasi SEKAT RI, Muh Darwis mengatakan aktivitas tambang menjadi salah satu faktor menurunnya kualitas sekaligus mempercepat laju kerusakan lingkungan hidup di Kabupaten Bulukumba.

Adanya pertambangan, tidak hanya mengubah fungsi dan bentang alam, tetapi juga berdampak pada kondisi sosial masyarakat yang hidup di daerah sekitar tambang.

“bentang alam yang berupa kawasan penduduk berubah fungsi menjadi tambang pasir dan tanah Selain eksploitasi sumber daya alam untuk tambang yang salah satunya dilakukan di kelurahan Kalumeme” ungkapnya

Kegiatan pertambangan tersebut mencemari air permukaan, hilangnya sumber mata air, udara hingga merusak infrastruktur jalan publik.

“Aktivitas pertambangan juga banyak menimbulkan tingginya konflik sosial kerusakan lingkungan hidup itu bisa dirasakan dalam kehidupan masyarakat setiap harinya” kelasnya

Dibuktikan oleh kualitas udara yang tidak sehat.

“Karena memang udara kita itu sudah sangat kotor belum lagi dampak jalan umum mobil dunk truk yang ugal-ugalan ” Ucapnya.

Pada hal akibat praktik ilegal itu, tak hanya merugikan Pemerintah yang seharusnya memperoleh pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

“Warga sekitar pun mengaku telah menjadi korban. Hal ini sangat bertentangan dengan Undang-undang No. 4 tahun 2009 tentang pertambangan,” ucapnya.

Lihat saja jalan jadi rusak karena lintasan Puluhan truk setiap harinya yang mengangkut material tersebut. Belum lagi debu akibat muatan truk itu tiap kali melintas

Sangat tidak masuk akal jika mereka tidak mengetahui persoalan ini, patut dicurigai, mungkin karena ada kongkalikong, sehingga membuat oknum aparat penegak hukum di Kabupaten Bulukumba tutup mata.

“Kami sangat yakin Kapolda Sulsel beserta jajarannya tak akan tinggal diam dengan pelanggaran hukum seperti ini dan segera menindak lanjuti masalah ini. Berantas mafia tambang ilegal demi menjaga citra Kepolisian yang ternoda gara-gara segelintir oknumnya yang tak mampu menegakkan hukum secara benar karena tak mampu melawan godaan” tutupnya.

Dari Pantauan di Lapangan nampak beberapa dumk truk dan alat berat beraktivitas.

Sampai berita ini di publikasikan pihak terkait belum bisa ditemui.

Bersambung….

(MBS)

Pos terkait