Terungkap! Pecatan Polisi Ini Ngaku Dapat SS dari Bandar Lapas Makassar

Polres Gowa menggelar Press Release pecatan polisi yang terciduk Pesta Sabu

Newszonamerah.com – Pasca ditangkap dan ditahan, dua tersangka pemakai dan pengedar sabu, yakni AM (41) dan AS (40), keduanya mengaku mendapatkan barang haram tersebut melalui perantara seorang bandar dari rutan kelas 2 Makassar

Menurut pengakuan AS, dia dan AM diarahkan oleh sang bandar dari tahanan untuk menjemput barang kemudian dibawa untuk dijual.

Bacaan Lainnya

AM dan AS ditangkap pada Kamis (9/1/2020) pukul 11.30 Wita, di rumah AS di Dusun Sarite’ne, Desa Bilibili, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Sementara AM sendiri bertempat tinggal di Kelurahan Bontoparang, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.

Kasat Narkoba Polres Gowa AKP Maulud
mengatakan bahwa modus dari pelaku ini adalah menjual sabu diawali dengan adanya pemesanan via telepon kemudian melakukan transaksi di rumah pelaku.

”Pelaku membeli sabu untuk dipasarkan melalui pesanan telepon ke seorang napi yang ternyata adalah bandar mereka di Lembaga Pemasyarakatan Makassar,” kata AKP Maulud saat menggelar jumpa pers di Polres Gowa, Senin (13/1/2020)

Dari pengakuan AS, pria berambut gondrong ini mengaku menjual sabu sejak 2019 lalu. Sasaran jualnya kepada para sopir truk seharga Rp 100.000 per sachet dan bertransaksi di pinggir jalan.

“Sekali memesan sabu sebanyak 1 gram dan dibeli seharga Rp 1 juta lalu dibentuk dalam sachet kemudian diperjualbelikan.” ungkapnya

Dari tangan AS dan AM, personil Sat Narkoba Polres Gowa menyita barang bukti berupa 13 shacet sabu seberat 2,4 gram, 2 shacet bening kosong, 2 pak plastik bening kosong

Selanjutnya, 1 buah alat hisap sabu lengkap dengan kaca pireks, 3 tiga buah korek api,1 satu buah sendok plastik dan 1 satu bungkus rokok RX.

Kini pria yang terangkat jadi Polisi tahun 1997 itu kini harus merenungi nasibnya di balik sel tahanan Polres Gowa setelah dia tertangkap bersama rekannya sesama pengedar dan penikmat sabu bernama As (40) yang merupakan seorang mekanik.

Keduanya ditangkap saat pesta sabu di rumah AS. Kedua pria ini memang berperan sebagai pengedar sekaligus pemakai. Barang sabu yang dijualnya diperoleh dari seorang bandar. Uniknya karena bandarnya itu selama ini ditahan di rutan kelas 2 Makassar.

Akibat perbuatannya kedua pelaku dijerat dengan pasal 112 UU No. 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun penjara.

(Darwis)

Pos terkait