TPNPB-OPM Tolak Disebut Teroris

  • Whatsapp
Kelompok bersenjata TPNPB-OPM (Foto Istimewa)
Kelompok bersenjata TPNPB-OPM (Foto Istimewa)

Newszonamerah.com – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menolak pernyataan pemerintah yang resmi menyebut mereka sebagai teroris.

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengaku pihaknya akan mengajukan kasus tersebut ke pengadilan internasional.

Bacaan Lainnya

Bahkan dia balik menuding, TNI/Polri-lah yang merupakan teroris di Papua.

TPNPB adalah sayap militer dari organisasi separatis teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“Kami percaya diri bahwa kami membela hak bangsa,” klaim Sebby, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (29/04/2021).

Sebby Sambom mengklaim, TPNPB-OPM didirikan pada 26 Maret 1973, setelah Proklamasi Kemerdekaan Papua Barat 1 Juli 1971.

“Secara umum (TPNPB-OPM berdiri) tahun 1965, mulai dari Manokwari, secara khusus 1971,” kata Sebby.

Rentetan aksi kekerasan pernah dilakukan oleh TPNPB. Aksi yang paling besar terjadi pada Desember 2018 lalu. Saat itu TPNPB melakukan penyerangan terhadap pekerja proyek Trans Papua yang mengakibatkan tewasnya 31 orang pekerja.

Ke-31 orang pekerja proyek Istaka Karya itu sedang membangun jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga.

Sementara itu sepanjang 2019, menurut data kepolisian, TPNPB melakukan kekerasan di wilayah Papua 29 kali. Aksi kekerasan itu dilakukan di Puncak Jaya, Jayawijaya, Mimika dan Paniai.

Layaknya militer di sebuah negara, TPNPB memiliki Panglima tertinggi yakni Jenderal Goliath Tabuni, Wakil Panglima Letjen Gabriel Melkizedek Awom, dan Kepala Staf Umum Mayor Jenderal Terryanus Satto serta Komandan Operasi Nasional TPNPB Mayjen Lekagak Telenggen.

Sementara pada 2020, TPNPB disebut melakukan 46 serangan terhadap warga sipil dan TNI/Polri. Dari aksi kekerasan itu sembilan orang tewas dan 23 orang luka-luka.

Aksi yang sempat menyita perhatian pada 2020 lalu yakni aksi kekerasan yang berujung tewasnya Pendeta Yeremia di Intan Jaya, Papua.

Tim bentukan Menkopolhukam Mahfud MD yang saat itu melakukan investigasi pun menjadi korban tembak TPNPB saat menginvestigasi kematian pendeta.

Pada 2021, aksi kekerasan terus dilakukan oleh TPNPB. Kasus terakhir yakni tewasnya jenderal bintang satu TNI yang menjabat sebagai Kepala BIN Daerah Papua.

Sumber: anadolu agency

Pos terkait